BADAN Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM UMJ) menggelar aksi demo di halaman Kantor Pemerintahan Kota Tangerang Selatan ( Pemkot Tangsel) Kamis sore (8/1).
Massa aksi mahasiswa BEM UMJ membawa sampah menggunakan dua unit mobil truk dan membuangnya di halaman kantor Wali Kota Tangsel. Aksi simbolik itu dilakukan sebagai wujud kekecewaan mahasiswa atas kinerja pemkot yang dinilai lamban menangani persoalan sampah.
Aksi ini bentuk protes atas buruknya penanganan sampah yang dinilai semakin tidak terkendali, khususnya di wilayah Ciputat dan sekitarnya.
Perwakilan mahasiswa BEM UMJ, Iqbal Ramdoni, dalam orasinya menegaskan masalah sampah telah berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat, sehingga tidak bisa lagi dianggap sepele.
“Kami mendesak Pemkot Tangsel khususnya Dinas Lingkungan Hidup u
segera melakukan pengangkutan sampah secara menyeluruh dan rutin, terutama di titik-titik rawan penumpukan sampah,” tegas Iqbal.
BEM UMJ juga menuntut Wali Kota Tangerang Selatan segera mengambil langkah konkret menyelesaikan persoalan sampah yang telah menumpuk di berbagai wilayah. Mereka meminta pemkot menambah armada pengangkut sampah serta memastikan proses pengangkutan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
BEM UMJ juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di Kota Tangsel. Dalam tuntutannya, BEM UMJ mendesak Wali Kota Tangsel bertanggung jawab atas terjadinya penumpukan sampah, khususnya di wilayah Ciputat dan sekitarnya.
BEM UMJ juga menyoroti transparansi pengelolaan infrastruktur residu sampah, terutama terkait penggunaan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Mereka meminta pemkot bersikap terbuka kepada publik terkait kebijakan, anggaran, serta implementasi teknologi tersebut.
“Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Tangsel mesti transparan menjaga akuntabilitas kinerja kepada publik yang mutlak. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana pengelolaan sampah dilakukan,” tegas Iqbal.
Aksi unjuk rasa berlangsung pengawalan aparat keamanan dan berjalan relatif kondusif kendati sempat ada ketegangan antara pengunjuk rasa dengan sekelompok pemuda. Mahasiswa berharap seluruh tuntutan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti Pemkot Tangsel serta tidak terulang kasus korupsi dana sampah di Pemkot Tangsel seperti terjadi tahun lalu senilai Rp 70 miliar hingga pejabatnya mendekam hukuman penjara.(H-2)





