Kecelakaan yang menimpa rombongan guru asal Jakarta di Tol Ungaran, Kabupaten Semarang diduga akibat sopir mengantuk.
Minibus yang ditumpangi rombongan guru itu menabrak truk kontainer yang melaju searah di depannya pada Selasa (6/1).
"Indikasi awal sopir minibus diduga mengantuk," ujar Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, Rabu (6/1).
Ia mengatakan, sopir minibus bernama Totot Andriyanto (56) masih dalam perawatan di rumah sakit.
"Masih dalam perawatan di rumah sakit. Luka cukup parah," jelas dia.
Pihaknya juga masih menunggu hasil olah TKP dan pemeriksaan para saksi untuk mengetahui penyebab dan kronologi yang lebih lengkap terkait kecelakaan ini.
"Nanti saya update ya menunggu hasil pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP," kata Lingga.
Insiden maut itu terjadi di Tol Jalur A KM 426.400 sekitar pukul 05.20 WIB. Rombongan guru yang menaiki mobil Toyota Hiace melaju dari arah Kota Semarang menuju Bawen.
Namun sesampainya di lokasi kejadian, sopir Hiace itu diduga kurang konsentrasi. Mobil Hiace itu akhirnya menabrak truk crane yang melaju searah di depannya.
Akibat insiden tersebut, satu penumpang Hiace atas nama Terodius Heru Sucahya (57) yang merupakan kepala sekolah, warga Jakarta Utara, meninggal dunia. Korban mengalami luka berat di bagian kepala.
Selain korban meninggal, enam penumpang lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan medis, yakni:
Ignasius Suharno (45), guru asal Kalibawang, Kulonprogo, mengalami luka sobek di bagian belakang kepala.
Antonius Yuwono Trisunu (42), guru asal Koja, Jakarta Utara, mengalami nyeri pada dada sebelah kiri.
Brigita Putri Milo Deru (36), guru asal Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami luka sobek di mulut dan hidung mengeluarkan darah.
Silva Ditya (46), guru asal Koja, Jakarta Utara, mengalami nyeri gerak pada tangan kiri serta luka sobek di pipi kiri.
Sundari (56), guru asal Koja, Jakarta Utara, mengalami nyeri gerak pada tangan kiri.
Imanuel Kotan (35), guru asal Koja, Jakarta Utara, mengalami nyeri pada dada




