Bos The Fed: Pemangkasan Suku Bunga Lebih dari 100 Poin Tak Terelakkan di 2026

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Gubernur Federal Reserve (The Fed) Stephen Miran menilai bank sentral Amerika Serikat (AS) perlu bergerak lebih agresif dalam memangkas suku bunga pada tahun 2026. Ia menegaskan, setidaknya The Fed perlu menurunkan suku bunga acauan lebih dari 100 basis poin (bps). 

Miran memandang penurunan suku bunga acuan ini seiring tekanan inflasi mendekati target The Fed sebesar 2 persen. Menurutnya, kebijakan moneter saat ini masih tergolong terlalu ketat dan berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :
Bursa Asia Bergejolak Jelang Pengumuman Inflasi Australia, Investor Abaikan Konflik AS dan Venezuela
BI Optimis Inflasi 2026-2027 Tetap Terkendali dalam Target, Ini yang Bikin Pede

“Saya pikir kita harus memangkas lebih dari 100 basis poin tahun ini. Setelah disesuaikan dengan hal-hal aneh seperti data perumahan dan layanan manajemen portofolio, inflasi dasarnya sebenarnya sudah berada dalam kisaran target kami," jelas Miran dikutip dari Fox Business pada Rabu, 7 Januari 2026. 

Ilustrasi berinvestasi.
Photo :
  • http://pakar-investasi.blogspot.com/

Miran menjelaskan, data sektor perumahan dianggap janggal karena masih berorientasi pada backward-looking alias tertinggal dari kondisi pasar saat ini. Ia menjelaskan, pertumbuhan sewa di pasar aktual sudah melambat secara tahunan, namun indikator resmi inflasi perumahan masih mencerminkan lonjakan biaya yang dipicu gangguan pascapandemi.

Ia juga mengkritik komponen layanan pengelolaan portofolio masih memberikan kontribusi besar terhadap inflasi padahal biaya yang dibebankan kepada investor justru cenderung menurun. Alhasil, inflasi terlihat lebih tinggi dari kenyataan.

Kedua indikator tersebut menjadi dasar pemikiran Miran bahwa  pelonggaran kebijakan tidak bisa dihindari. Apalagi kondisi pasar tenaga kerja yang mulai mendingin, ditandai dengan tingkat pengangguran yang perlahan meningkat.

Lebih lanjut, Miran memperingatkan kesalahan pengukuran inflasi berisiko membuat kebijakan menjadi terlalu ketat.
Imbasnya berisiko menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Kebijakan saat ini jelas masih restriktif dan itu menahan perekonomian," imbuh Miran.

Sebagai informasi, The Fed telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2026. Langkah ini membawa suku bunga acuan ke kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. 

Pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga pada pertemuan yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini.
 

Baca Juga :
Kemenkeu Pede Ekonomi 2026 Lebih Kuat Ditopang Sejumlah Capaian Positif di Akhir 2025
Analis Ungkap 2 Faktor Pendorong IHSG Terbang ke Level Tertinggi Baru
Inflasi 2025 Membengkak 2,92 Persen, Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Terbesar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Viral Pramugari Gadungan Batik Air, Seragam Dibeli Online
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Ditargetkan Punya Kapasitas 6000 Kamar, Danantara Jadikan Kawasan Ini Jadi Kampung Haji RI
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Aparat Diduga Kriminalisasi Aktivis-Jurnalis Lingkungan di Morowali, Menangkap Tanpa Prosedur
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Kehilangan Cucurella Matikan Momentum Chelsea
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Dokter Richard Lee Terancam 12 Tahun Penjara, Polisi Siapkan Pasal Berlapis
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.