Jakarta, VIVA – Gubernur Federal Reserve (The Fed) Stephen Miran menilai bank sentral Amerika Serikat (AS) perlu bergerak lebih agresif dalam memangkas suku bunga pada tahun 2026. Ia menegaskan, setidaknya The Fed perlu menurunkan suku bunga acauan lebih dari 100 basis poin (bps).
Miran memandang penurunan suku bunga acuan ini seiring tekanan inflasi mendekati target The Fed sebesar 2 persen. Menurutnya, kebijakan moneter saat ini masih tergolong terlalu ketat dan berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi.
“Saya pikir kita harus memangkas lebih dari 100 basis poin tahun ini. Setelah disesuaikan dengan hal-hal aneh seperti data perumahan dan layanan manajemen portofolio, inflasi dasarnya sebenarnya sudah berada dalam kisaran target kami," jelas Miran dikutip dari Fox Business pada Rabu, 7 Januari 2026.
- http://pakar-investasi.blogspot.com/
Miran menjelaskan, data sektor perumahan dianggap janggal karena masih berorientasi pada backward-looking alias tertinggal dari kondisi pasar saat ini. Ia menjelaskan, pertumbuhan sewa di pasar aktual sudah melambat secara tahunan, namun indikator resmi inflasi perumahan masih mencerminkan lonjakan biaya yang dipicu gangguan pascapandemi.
Ia juga mengkritik komponen layanan pengelolaan portofolio masih memberikan kontribusi besar terhadap inflasi padahal biaya yang dibebankan kepada investor justru cenderung menurun. Alhasil, inflasi terlihat lebih tinggi dari kenyataan.
Kedua indikator tersebut menjadi dasar pemikiran Miran bahwa pelonggaran kebijakan tidak bisa dihindari. Apalagi kondisi pasar tenaga kerja yang mulai mendingin, ditandai dengan tingkat pengangguran yang perlahan meningkat.
Lebih lanjut, Miran memperingatkan kesalahan pengukuran inflasi berisiko membuat kebijakan menjadi terlalu ketat.
Imbasnya berisiko menghambat pertumbuhan ekonomi.
“Kebijakan saat ini jelas masih restriktif dan itu menahan perekonomian," imbuh Miran.
Sebagai informasi, The Fed telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2026. Langkah ini membawa suku bunga acuan ke kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.
Pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga pada pertemuan yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini.




