Pandji Pragiwaksono Soal Pemerintah Minta Media dan Influencer Beritakan Hal Baik: Jangan Anggap Kami Musuh…

fajar.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komika Pandji Pragiwaksono angkat suara terkait permintaan pemerintah memberitakan hal baik, terutama dalam pemberitaan bencana Sumatera.

Pandji mengaku paham dengan maksud pemerintah. Jika menggunakan bahasa lugas, pada intinya pemerintah ingin media dan pemengaruh tak asal bicara.

“Maksud gua adalah, bukan permintaaan sebenarnya, tapi ada sergahanlah dari beliau ini untuk, ini kasarnya ya, ngomong jangan sembarangan dah gitu. Itu intinya,” kata Pandji dikutip dari YouTube Pandji Pragiwaksono, Rabu (7/1/2026).

Dia mengungkapkan, memang penting untuk memahami kondisi di Sumatera. Terutama skala dampaknya seperti apa. “Skalanya lebih besar dari tsunami (Aceh 2004),” ujar Pandji.

Informasi itu, kata dia, didapatkan dari temannya. Teman Pandji itu sudah melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan.

“Banyak teman gua tuh yang ketika nyampai sebuah titik, mereka nyampai duluan daripada pemerintah. Pemerintah tuh belum nyampai,” ucapnya.

“Tapi ini tidak menggambarkan bahwa pemerintah enggak kerja. Ada juga titik-titik yang pemerintah duluan, sebelum sipil nyampai,” tambahnya.

Pandji mengakui, aparat negara memang bekerja. Bahkan ada yang nyaris mati.

“Teman-teman gua yang berangkat ke sana tuh cerita semuanya bahwa gua ngelihat sendiri tentara dan polisi hampri mati kecapean untuk bekerja sama dengan publik,” terangnya.

“Gua ngerti tapi enggak wajar,” tambahnya.

Walau demikian, menurutnya pemerintah tak bisa menyalahkan masyarakat jika tak mengetahu bagaimana upaya pemerintah. Bagaimanapun, dia menilai pemerintah yang salah.

“Kalau ternyata orang nggak tahu informasi dari lu, ya karena mungkin data lu enggak bisa ditontotn kali,” imbuhnya.

“Selalu salah pemerintah sih dan itu adalah takdirnya,” sambungnya.

Di sisi lain, dia menilai hal itu merupakan persoalan klasik pemerintah. Ingin dekat dengan rakyat tapi tak tahu caranya.

“Permasalahan klasiknya pemerintahan Prabowo, ingin menggapai rakyat tapi nggak tahu caranya. Nggak tahu cara ngomongnya, enggak tahu pendekatan yang tepat,” ucapnya.

“Padahal pemerintahnya Pak Prabowo ini punya banyak sekali buzer dan influencer yang ada di pihak mereka loh. Kemana itu semua?” sambungnya.

Pandji pun menegaskan, agar pemerintah tak melihat media dan influencer yang mengkritik sebagai musuh. Melainkan mitra kritis dari pemerintah.

“Tolong kepada bapak bapak dan ibu ibu yang berajib, yang punya keputusan, yang punya kebijaksanaan , yang punya tanggung jawab untuk memimpin rakyat Indonesia, tolong dong jangan anggap kami musuh dan jangan anggap kami lagi pengen jelek-jelekin. Anggap kami mitra,” pungkasnya.
(Arya/Fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tensi Geopolitik Memanas, Bitcoin Berpeluang Tembus US$100.000 Awal 2026
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Terapis Spa di Bekasi Ditemukan Tewas di Kos, Keluarga Minta Autopsi
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Terungkap. Ini Pelatih yang Akan Dampingi MU Saat Bertemu Brighton
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Hakim Ad Hoc PN Samarinda WO dari Sidang Protes Tunjangan, MA Turun Tangan
• 18 jam laludetik.com
thumb
Pasar Modal RI Bangkit dari Krisis “Liberation Day” IHSG Tembus 9.000, Purbaya: Investor Lihat Kita Kerja Serius
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.