Peringkat 1 Prestasi Terbanyak, SD di Sleman Ini sampai Kehabisan Ruang Piala

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

SD Muhammadiyah Condongcatur, Sleman, meraih peringkat 1 nasional dengan jumlah prestasi terbanyak di Indonesia versi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Sebanyak 523 prestasi tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Puspresnas.

Pantauan Pandangan Jogja saat mengunjungi sekolah tersebut pada Selasa (6/1), piala dan piagam prestasi terlihat dipajang di berbagai sudut bangunan sekolah yang terdiri dari tiga lantai, mulai dari area lobi, perpustakaan, hingga sepanjang tangga.

Selain koleksi buku, perpustakaan sekolah juga dilengkapi dengan kelir, wayang, serta koleksi batik yang digunakan sebagai media pembelajaran.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Hubungan Masyarakat SD Muhammadiyah Condongcatur, Imam Khoirudin, mengatakan bahwa jumlah prestasi tersebut merupakan akumulasi capaian selama tiga tahun yang telah lolos proses kurasi Puspresnas. Ia menyebut pengajuan data prestasi ke Puspresnas juga melibatkan orang tua siswa dan melalui proses panjang.

“Jadi istilahnya kita itu tinggal memanen saja karena itu prosesnya lama,” kata Imam ditemui Pandangan Jogja di kantornya, Selasa (6/1).

“Piala yang dipajang itu adalah sebagiannya. Di dekat perpus lemarinya sudah penuh kita bingung mau naruh di mana,” tambahnya.

Imam menjelaskan, pihak sekolah juga mendatangkan praktisi hingga dosen sebagai pelatih saat mempersiapkan siswa mengikuti perlombaan. Pembinaan dilakukan jauh sebelum pelaksanaan lomba.

“Sekolah mencari informasi terkait lomba-lomba yang bisa diikuti oleh semua siswa, lomba yang sifatnya massal ini juga lolos kurasi Puspresnas. Jadi tidak semua siswanya yang juara dari SD Muhammadiyah Condongcatur itu-itu aja, tidak,” kata Imam.

“Kita punya tim, awal semester kita bentuk tim. Ada lomba yang sifatnya insidental, satu bulan sebelumnya akan ada pembinaan. MTQ, olimpiade kita mendatangkan profesional, ahli,” ujarnya.

Dari sisi sumber daya pendidik, Imam menyebut sebagian besar guru tetap di sekolah tersebut telah menempuh pendidikan magister, dan sebagian lainnya sedang menjalani pendidikan doktoral.

“Guru tetapnya ada 43, 21 guru itu S2, ada 1 doktor dan 2 calon doktor,” kata Imam.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Depok Siapkan Dana Rp 100 Miliar untuk Pelebaran Jalan Sawangan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Maybank Marathon 2026 Siap Digelar Agustus di Bali
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Polemik Pilkada Lewat DPRD, Istana: Kita Dengarkan Masukan Masyarakat
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wall Street Ditutup Variatif di Tengah Pelemahan Saham Teknologi
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Penerimaan Bea Cukai Rp 300,3 T, Penindakan Rokok Ilegal Melonjak
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.