Bisnis.com, JAKARTA – Risiko besar dibalik potensi keuntungan yang ditawarkan dari berinvestasi kripto kembali memakan korban jiwa. Terbaru, anak politikus PKS asal Cilegon tewas dibunuh HA (30) saat rumahnya dirampok pelaku. Motifnya adalah tekanan ekonomi, di mana HA merupakan trader kripto yang mengalami kerugian miliaran rupiah.
Menanggapi kasus tersebut, CEO Tokocrypto Calvin Kizana memahami bahwa kasus itu bisa membuat masyarakat memandang kripto sebagai sesuatu yang menakutkan, padahal yang sebenarnya berbahaya bukan aset atau teknologinya, melainkan keputusan finansial yang terlalu ekstrem dan tidak diimbangi manajemen risiko.
"Saya merasa punya tanggung jawab moral untuk mengingatkan, bahwa kripto memang punya peluang, tapi risikonya juga tinggi dan bisa bergerak sangat cepat. Karena itu, jangan pernah masuk dengan uang pinjaman, jangan all-in, dan hindari leverage berlebihan kalau belum benar-benar paham dan siap," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (7/1/2026).
Kemudian, Calvin menyarankan agar pemain kripto menggunakan uang dingin, mengatur batas risiko, dan memakai pendekatan yang lebih tenang seperti Dollar Cost Averaging (DCA). Selain itu, fokus pada aset yang lebih mapan dengan memahami fundamentalnya, serta jangan biarkan flexing di media sosial membentuk ekspektasi yang tidak realistis.
"Hal paling penting lainnya, tolong jaga kesehatan mental. Kalau market mulai bikin cemas, sulit tidur, atau merasa tertekan, berhenti dulu, itu bukan tanda kalah, itu tanda sayang pada diri sendiri," tegasnya.
Mantan Country Head of WhatsApp Indonesia ini juga menekankan bahwa tidak ada profit yang sebanding dengan keselamatan dan ketenangan hidup. Sebagai pelaku industri, Calvin mengatakan pihaknya akan terus mendorong edukasi dan praktik investasi yang bertanggung jawab, supaya ekosistem ini bisa tumbuh dengan lebih aman dan manusiawi.
Baca Juga
- Belajar dari Kasus Perampokan di Cilegon, Simak Tips Main Kripto Agar Tak Boncos
- Peluang Pemulihan Aset Kripto pada 2026, Bitcoin Ditarget Sentuh US$140.000
- Fakta Kasus Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon, Tersangka Rugi Kripto dan Sakit Keras
"Saya sangat berduka dan terpukul mendengar kasus ini. Di balik angka dan headline, ada nyawa yang hilang, ada keluarga yang hancur, dan itu jauh lebih berat daripada urusan untung-rugi," pungkasnya.
Saat ini, aset kripto semakin digandungi di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan nilai transaksi aset kripto sepanjang Januari-September 2025 mencapai Rp360,3 triliun.
Menilik data historis sejak tengah tahun, pada Juni 2025 OJK mencatat nilai transaksi aset kripto mencapai Rp32,31 triliun, lalu meningkat menjadi Rp52,46 triliun pada Juli 2025. Berikutnya, nilainya turun menjadi Rp45,21 triliun pada Agustus 2025 dan Rp38,64 triliun pada September 2025.
Meskipun nilai transaksi fluktuatif, jumlah konsumen kripto cenderung meningkat. Pada Juni 2025, jumlah konsumen aset kripto tercatat sebanyak 15,85 juta, meningkat menjadi 16,50 juta pada Juli 2025, dan 18,08 juta pada Agustus 2025.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual kripto. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




