Bitung, Sulawesi Utara (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) siap memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga menjelang Bulan Ramadhan yang jatuh pada pertengahan Februari ini.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di Bitung, Sulawesi Utara, Rabu mengatakan, koordinasi tersebut mengenai terkait kebutuhan stok, layanan, dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta gas LPG yang diperkirakan meningkat selama periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
“Ini upaya BPH Migas bersama-sama dengan Pertamina, Pertamina Patra Niaga dalam rangka tetap mengamankan (kebutuhan masyarakat) di kegiatan nasional yaitu (salah satunya momen) Lebaran,” kata Wahyudi.
Rapat koordinasi yang turut dihadiri Komisaris PT Pertamina (Persero) Condro Kirono dan Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky itu menggarisbawahi pula kebutuhan Jenis BBM Tertentu (JBT/BBM Subsidi) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP/BBM Kompensasi) selama setidaknya dua bulan ke depan.
Baca juga: BPH Migas prioritaskan kuota BBM angkutan umum demi pacu konektivitas
“Alhamdulillah persiapan ini kaitannya dengan kuota BBM subsidi dan (BBM) kompensasi negara, baik itu JBT maupun JBKP, kita ini baru running awal tahun,” ujar Wahyudi.
Ia memastikan mekanisme distribusi BBM, baik di fuel terminal maupun SPBU bisa terjaga, pun dengan ketersediaan.
“Ini agar semuanya nanti tidak terjadi antrean maupun kekurangan BBM di masyarakat ketika agenda Hari Raya Idul Fitri,” kata Wahyudi.
“Insya Allah nanti di akhir bulan ini atau mungkin awal Januari ada rapat khusus untuk penyiapan distribusi dan penyaluran BBM yang terintegrasi dengan stok eksisting,” ujarnya menambahkan.
Baca juga: BPH Migas: Kuota BBM subsidi kapal penumpang PELNI 181 ribu KL di 2026
Sementara itu, Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky mengatakan, pihaknya masih melakukan monitoring stok secara nasional, menyusul periode arus balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Hal ini pun nantinya bakal diikuti dengan peninjauan dan penambahan stok mengingat masa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang segera tiba.
“Kita lakukan build-up stok, kita upayakan nanti pada saat Ramadhan-Idul Fitri, khususnya sebelum Ramadhan, atau di awal Februari, kondisinya sudah aman secara stok nasional sampai di terminal,” kata Eko.
Baca juga: BPH Migas beri sanksi pembinaan kepada satu SPBU di Sumatera Barat
Baca juga: Jelang Idul Fitri 2026, Pelni siap ajukan penambahan kuota BBM
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di Bitung, Sulawesi Utara, Rabu mengatakan, koordinasi tersebut mengenai terkait kebutuhan stok, layanan, dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta gas LPG yang diperkirakan meningkat selama periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
“Ini upaya BPH Migas bersama-sama dengan Pertamina, Pertamina Patra Niaga dalam rangka tetap mengamankan (kebutuhan masyarakat) di kegiatan nasional yaitu (salah satunya momen) Lebaran,” kata Wahyudi.
Rapat koordinasi yang turut dihadiri Komisaris PT Pertamina (Persero) Condro Kirono dan Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky itu menggarisbawahi pula kebutuhan Jenis BBM Tertentu (JBT/BBM Subsidi) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP/BBM Kompensasi) selama setidaknya dua bulan ke depan.
Baca juga: BPH Migas prioritaskan kuota BBM angkutan umum demi pacu konektivitas
“Alhamdulillah persiapan ini kaitannya dengan kuota BBM subsidi dan (BBM) kompensasi negara, baik itu JBT maupun JBKP, kita ini baru running awal tahun,” ujar Wahyudi.
Ia memastikan mekanisme distribusi BBM, baik di fuel terminal maupun SPBU bisa terjaga, pun dengan ketersediaan.
“Ini agar semuanya nanti tidak terjadi antrean maupun kekurangan BBM di masyarakat ketika agenda Hari Raya Idul Fitri,” kata Wahyudi.
“Insya Allah nanti di akhir bulan ini atau mungkin awal Januari ada rapat khusus untuk penyiapan distribusi dan penyaluran BBM yang terintegrasi dengan stok eksisting,” ujarnya menambahkan.
Baca juga: BPH Migas: Kuota BBM subsidi kapal penumpang PELNI 181 ribu KL di 2026
Sementara itu, Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky mengatakan, pihaknya masih melakukan monitoring stok secara nasional, menyusul periode arus balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Hal ini pun nantinya bakal diikuti dengan peninjauan dan penambahan stok mengingat masa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang segera tiba.
“Kita lakukan build-up stok, kita upayakan nanti pada saat Ramadhan-Idul Fitri, khususnya sebelum Ramadhan, atau di awal Februari, kondisinya sudah aman secara stok nasional sampai di terminal,” kata Eko.
Baca juga: BPH Migas beri sanksi pembinaan kepada satu SPBU di Sumatera Barat
Baca juga: Jelang Idul Fitri 2026, Pelni siap ajukan penambahan kuota BBM



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5278403/original/024385100_1752071571-1000599536.jpg)
