Awas Macet! Simak Detail Rekayasa Lalu Lintas MRT Jakarta di Harmoni-Mangga Besar Selama 8 Bulan

suara.com
1 hari lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • PT MRT Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas Fase 2A (Harmoni–Mangga Besar) mulai 1 Januari hingga 31 Agustus 2026.
  • Rekayasa ini mendukung pembangunan tiga stasiun bawah tanah dan terowongan oleh kontraktor Shimizu Adhi Karya Joint Venture.
  • Perubahan jalur signifikan terjadi di Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar untuk mengakomodasi konstruksi berat stasiun dan kanal.

Suara.com - PT MRT Jakarta resmi memberlakukan manajemen rekayasa lalu lintas di kawasan proyek Fase 2A CP 202 yang meliputi area Harmoni hingga Mangga Besar.

Langkah krusial ini diambil guna mendukung percepatan pembangunan tiga stasiun bawah tanah serta konstruksi terowongan di jalur strategis tersebut.

Rekayasa lalu lintas ini dijadwalkan berlangsung dalam durasi yang cukup panjang, terhitung mulai 1 Januari hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

Proyek ini dikerjakan kontraktor pelaksana Shimizu Adhi Karya Joint Venture (SAJV), di bawah koordinasi Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya.

Di area Stasiun Harmoni, arus kendaraan di Jalan Hayam Wuruk akan mengalami pergeseran lajur mulai dari Gedung BPKP sampai Gedung Sandjaja.

Meskipun terdapat pengerjaan penggalian dan kanal underpass, lajur kendaraan ke arah Monas di kawasan tersebut tetap dipertahankan sebanyak tiga lajur.

Sementara itu, titik krusial lainnya berada di area Stasiun Sawah Besar yang akan mengalami perubahan alur kendaraan secara dinamis dalam beberapa tahapan.

Pengendara dari Jalan Hayam Wuruk arah Kota akan dialihkan ke sisi kanal mulai dari Alfamart hingga Clover Bakery sebelum akhirnya dikembalikan ke sisi tengah.

Memasuki bulan Maret, arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada arah Kota juga akan terdampak dengan pengalihan lajur ke sisi kanal di depan gedung CIMB Niaga.

Baca Juga: Khusus Malam Tahun Baru 2026, MRT Jakarta Perpanjang Jam Operasional Hingga Dini Hari

Untuk area Stasiun Mangga Besar, para pengguna jalan harus bersiap dengan penyempitan jalur karena arus menuju Monas hanya akan menyisakan satu lajur di sisi kanal.

Seluruh tahapan pengerjaan ini mencakup konstruksi berat seperti penggalian stasiun, pengerjaan kanal underpass, hingga pemasangan secant bore pile.

Manajemen MRT Jakarta menekankan pentingnya bagi para pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu dan instruksi petugas demi keselamatan bersama di area proyek.

"Kami berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan," kata Rendy Primartantyo selaku Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).

Pihak perusahaan juga secara resmi menyampaikan pernyataan terkait dampak ketersendatan lalu lintas yang mungkin terjadi selama proses pengerjaan konstruksi ini.

"PT MRT Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan ini berlangsung. Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini," pungkas Rendy.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Serangan AS ke Venezuela Dinilai Langgar Hukum Internasional dan Piagam PBB
• 17 jam lalukompas.com
thumb
KPK Buka Peluang Periksa Aura Kasih untuk Kasus BJB
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Gunungan Sampah di Pasar-pasar Tangsel Mulai Diangkut Pemkot
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
BRIN Sebut Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Signifikan Meski Luas Lahan Kecil
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pisah Sambut Kapolres Banyuasin Bupati: Pemkab Banyuasin Siap Bersinergi
• 19 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.