FAJAR, JAKARTA– Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendapat tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo. Ia dianggap berjasa dalam mencapai swasembada beras.
Penganugerahan tanda kehormatan itu dilakukan dalam panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku sempat mengalami vertigo dan asam lambung saat mengejar target swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.
Amran menjelaskan, sebelumnya swasembada pangan memang dijanjikan pada akhir masa jabatan Presiden Prabowo, yakni 4 tahun. Namun, target itu berubah menjadi 3 tahun dan akhirnya diubah kembali menjadi satu tahun.
Dia memastikan tidak bekerja sendirian dalam mengejar target itu. Meski sempat terkena asam lambung, Amran memastikan sudah sembuh usai berhasil mencapai swasembada pangan pada akhir tahun 2025.
“Jadi izin Bapak Presiden, kami bukan kerja sendiri. Kalau sendirian, aku pasti tidak capai apa yang kita lihat hari ini,” kata Amran dalam acara Panen Raya Swasembada Pangan yang pantau melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu, 7 Januari 2026.
“Tadi Bapak janji 4 tahun. Kemudian berubah 3 tahun. Kemudian 1 tahun. Di saat menjadi 1 tahun, alhamdulillah kami vertigo. Kami asam lambung. Hari ini sudah mulai sembuh, recovery kembali,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan per 31 Desember 2025. Ia menyebut, stok beras cadangan pemerintah di tanah air telah mencapai lebih dari 3 juta ton.
Prabowo mengatakan capaian itu mampu tercapai lebih cepat dari target yang diberikan. Karena bisa tercapai dalam waktu 1 tahun, dari sebelumnya ditargetkan swasembada pangan dalam waktu 4 tahun.
“Alhamdulillah, 31 Desember tahun 2025 waktu 24.00 bisa kita dengan resmi mengatakan di tahun 2025 Republik Indonesia swasembada beras,” tambahnya.
Prabowo juga menyampaikan jika cadangan beras di gudang-gudang pemerintah per 31 Desember 2025 tercatat sebagai tertinggi dalam sejarah.
Menurutnya, angka cadangan beras pemerintah saat ini lebih tinggi daripada swasembada pangan yang pernah dicapai Presiden Soeharto sebesar 2 juta ton. Capaian itu, kata dia, merupakan bukti dari kerja keras semua unsur dalam pemerintahannya, Kabinet Merah Putih.
“Dan saya juga cukup merasa besar hati, bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia,” ujar Prabowo. (bs)




