Dalam ceramah ini, diawali dengan pertanyaan sederhana namun mengena apakah manusia itu malaikat atau manusia biasa jamaah diajak menyadari bahwa manusia memang diciptakan berpasang-pasangan, sebagaimana yang Allah sampaikan dalam Surat Ar-Rum ayat 21.
Melalui interaksi ringan dengan jamaah, penceramah mengajak kita bercermin tentang kondisi pasangan masing-masing.
Ada yang merasa cukup, ada yang merasa kurang, ada pula yang merasa lebih. Semua itu adalah bagian dari realita kehidupan rumah tangga.
Ceramah ini menegaskan bahwa memiliki pasangan bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang bagaimana kita menyikapi dan menjalaninya dengan penuh kesadaran dan rasa syukur.
Tema utama ceramah ini adalah peringatan agar tidak salah memilih pasangan hidup. Namun, bagi mereka yang merasa sudah “terlanjur salah”, ceramah ini tidak datang dengan nada menghakimi.
Justru disampaikan pesan yang menenangkan: jangan putus asa dari rahmat Allah. Apa yang sudah menjadi jodoh adalah ketetapan Allah yang harus diterima dengan lapang dada, lalu diperbaiki dengan doa, kesabaran, dan usaha bersama.
Penceramah menekankan bahwa memperbaiki pasangan bukan berarti mengganti, melainkan “menukar” kepada Allah melalui doa agar ditambah kebaikannya.
Bagi yang belum memiliki pasangan, ceramah ini mengajak untuk mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam memilih pasangan hidup, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, dengan mempertimbangkan kebaikan, kesiapan, dan kesehatan lahir batin.
Ceramah ini menjadi pengingat bahwa pasangan hidup adalah amanah besar. Dengan bimbingan agama, kesabaran, dan doa, rumah tangga bisa menjadi jalan menuju ketenangan dan keberkahan, bukan sumber penyesalan.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Penulis : Mukhammad-Rengga-
Sumber : Kompas TV
- kalam hati
- kalam hati kompas tv
- kajian islami
- ceramah agama
- kultum





