Lifting Minyak RI Capai 605.300 Barel di 2025, Produksi Naik Pertama Kali dalam 9 Tahun

idxchannel.com
23 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan capaian positif sektor hulu migas sepanjang 2025.

Lifting Minyak RI Capai 605.300 Barel di 2025, Produksi Naik Pertama Kali dalam 9 Tahun. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan capaian positif sektor hulu migas sepanjang 2025. Lifting minyak bumi tercatat mencapai 605.300 barel per hari (bph) atau 100,05 persen dari target APBN 2025 sebesar 605.000 bph.

Hal ini sekaligus menjadi kenaikan pertama dalam sembilan tahun terakhir.

Baca Juga:
Shell Bidik Proyek Migas Raksasa di Venezuela usai Trump Gulingkan Maduro

Bahlil menyampaikan, tren produksi minyak sepanjang 2025 menunjukkan perbaikan signifikan, terutama pada paruh kedua tahun. Produksi tertinggi terjadi pada Desember 2025 yang mencapai 652,9 MBOPD, sementara titik terendah terjadi pada Oktober sebesar 567,0 MBOPD. Meski sempat berfluktuasi, rata-rata tahunan tetap mampu melampaui target pemerintah.

"Target kita di APBN, lifting itu 605 ribu barel per day, itu target APBN. Alhamdulillah target kita hari ini, itu mencapai 605,3 ribu barel per day atau sama dengan 105 persen, jadi target lifting kita Alhamdulillah mencapai target bahkan melampaui, sekalipun ini sedikit," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga:
Pertamina dan Pindad Lahirkan Inovasi Teknologi Inspeksi Pipa Migas Ultrasonik

Sementara itu, untuk sektor gas bumi, lifting sepanjang 2025 tercatat rata-rata 951,8 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Meski belum mencapai target APBN 2025 sebesar 1.005 MBOEPD, capaian tersebut dinilai relatif stabil di tengah tantangan penurunan alamiah lapangan migas (natural decline) dan keterbatasan infrastruktur di sejumlah wilayah produksi.

Baca Juga:
BBRM Ungkap Strategi Pengembangan Usaha di Industri Perkapalan Migas

Data bulanan menunjukkan lifting gas berada di kisaran 913,7–977,9 MBOEPD sepanjang tahun. Capaian tertinggi terjadi pada Maret sebesar 977,9 MBOEPD, sementara terendah tercatat pada Agustus sebesar 913,7 MBOEPD. Pada akhir tahun, lifting gas kembali menguat ke level 964,0 MBOEPD di Desember.

Bahlil menegaskan, pemerintah terus mendorong optimalisasi produksi melalui percepatan proyek hulu migas, reaktivasi sumur idle, serta percepatan pengembangan lapangan baru. Selain itu, penyederhanaan perizinan dan insentif investasi juga menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan produksi nasional.

Pemerintah berharap tren positif di sektor minyak dapat menjadi modal awal untuk memperbaiki kinerja lifting migas secara keseluruhan pada 2026, seiring dengan mulai beroperasinya sejumlah proyek pengembangan lapangan dan peningkatan aktivitas eksplorasi.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Evaluasi Keras Allegri Usai AC Milan Ditahan Genoa: Soroti Mentalitas Terburu-buru dan Kurangnya Kematangan Taktis
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Delpedro Minta Menko Yusril Rutin Pantau Pelayanan Kesehatan di Rutan
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Gunung Semeru 8 Kali Erupsi hingga Pagi Ini, PVMBG: Waspada Awan Panas
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Arab Saudi Rilis Jadwal Umrah 2026, Jemaah Indonesia Diimbau Patuhi Ketentuan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Dibuka Menghijau seiring Lesunya Bursa Asia dan Penyelidikan Anti-dumping oleh China
• 3 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.