Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan capaian positif sektor hulu migas sepanjang 2025.
IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan capaian positif sektor hulu migas sepanjang 2025. Lifting minyak bumi tercatat mencapai 605.300 barel per hari (bph) atau 100,05 persen dari target APBN 2025 sebesar 605.000 bph.
Hal ini sekaligus menjadi kenaikan pertama dalam sembilan tahun terakhir.
Bahlil menyampaikan, tren produksi minyak sepanjang 2025 menunjukkan perbaikan signifikan, terutama pada paruh kedua tahun. Produksi tertinggi terjadi pada Desember 2025 yang mencapai 652,9 MBOPD, sementara titik terendah terjadi pada Oktober sebesar 567,0 MBOPD. Meski sempat berfluktuasi, rata-rata tahunan tetap mampu melampaui target pemerintah.
"Target kita di APBN, lifting itu 605 ribu barel per day, itu target APBN. Alhamdulillah target kita hari ini, itu mencapai 605,3 ribu barel per day atau sama dengan 105 persen, jadi target lifting kita Alhamdulillah mencapai target bahkan melampaui, sekalipun ini sedikit," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Sementara itu, untuk sektor gas bumi, lifting sepanjang 2025 tercatat rata-rata 951,8 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Meski belum mencapai target APBN 2025 sebesar 1.005 MBOEPD, capaian tersebut dinilai relatif stabil di tengah tantangan penurunan alamiah lapangan migas (natural decline) dan keterbatasan infrastruktur di sejumlah wilayah produksi.
Data bulanan menunjukkan lifting gas berada di kisaran 913,7–977,9 MBOEPD sepanjang tahun. Capaian tertinggi terjadi pada Maret sebesar 977,9 MBOEPD, sementara terendah tercatat pada Agustus sebesar 913,7 MBOEPD. Pada akhir tahun, lifting gas kembali menguat ke level 964,0 MBOEPD di Desember.
Bahlil menegaskan, pemerintah terus mendorong optimalisasi produksi melalui percepatan proyek hulu migas, reaktivasi sumur idle, serta percepatan pengembangan lapangan baru. Selain itu, penyederhanaan perizinan dan insentif investasi juga menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan produksi nasional.
Pemerintah berharap tren positif di sektor minyak dapat menjadi modal awal untuk memperbaiki kinerja lifting migas secara keseluruhan pada 2026, seiring dengan mulai beroperasinya sejumlah proyek pengembangan lapangan dan peningkatan aktivitas eksplorasi.
(NIA DEVIYANA)



