IHSG Dibuka Menghijau seiring Lesunya Bursa Asia dan Penyelidikan Anti-dumping oleh China

viva.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 43 poin atau 0,49 persen di level 8.969 pada pembukaan perdagangan Jumat, 9 Januari 2026.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjut menguat pada perdagangan hari ini.

Baca Juga :
Bursa Asia Bergejolak Jelang Rilis Inflasi Tiongkok untuk Bulan Desember 2025
Analis Pede Peluang IHSG Rebound Terbuka, Simak 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Ini

"IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di support 8.900.," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 9 Januari 2026.

Ilustrasi papan saham IHSG.
Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Mayoritas bursa Asia turun pada perdagangan Kamis kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,63 persen, dan Topix turun 0,77 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 1,17 persen, Taiex Taiwan melemah 0,25 persen, dan CSI 300 China turun 0,82 persen.

Sedangkan, ASX 200 Australia naik 0,29 persen dan Kospi Korea Selatan menguat 0,03 persen. Kemudian, Straits Times Singapura turun 0,17 persen dan FTSE Malaysia melemah 0,43 persen.

Di Asia, pasar mencermati langkah China yang memulai penyelidikan anti-dumping bahan baku utama pembuat chip dari Jepang, yang menambah panas perselisihan antara kedua negara tersebut.

Di sisi lain, data AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan lapangan kerja AS, sehingga mempertahankan spekulasi pasar tentang dua kali penurunan suku bunga The Fed tahun ini.

"Support IHSG berada di level 8.900-8.920 sementara resist IHSG di rentang 8.950-9.000," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street berakhir mixed pada perdagangan Kamis kemarin. Indeks Dow Jones naik 0,55 persen, Nasdaq turun 0,44 persen, dan S&P 500 sedikit menguat 0,01 persen.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor mulai melakukan rotasi keluar dari saham teknologi, termasuk nama-nama besar seperti Nvidia dan Oracle, masing-masing sekitar 2 dan 1 persen. Saham Apple, produsen iPhone, mencatatkan hari ketujuh berturut-turut dalam tren penurunan.

Salah satu sentimen positif pada sesi perdagangan datang dari sektor pertahanan, yang rally setelah Presiden AS Donald Trump mengusulkan anggaran pertahanan sebesar US$1,5 triliun untuk 2027, kenaikan signifikan dari anggaran US$901 miliar yang telah disetujui untuk 2026.

Baca Juga :
Purbaya Ungkap Banyak Perusahaan Baja China di RI yang Tak Bayar Pajak
Purbaya Tetap Pede Reli IHSG Berlanjut di 2026 Meski IHSG Terkoreksi
Pengamat Wanti-wanti Reli IHSG Rawan Koreksi Imbas Saham Gorengan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pilkada oleh DPRD, Pasar Eceran Jadi Pasar Grosir Politik Uang?
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Dijadwalkan Hadiri World Economic Forum 2026 di Davos Swiss
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Kini Fokus Jerat Yaqut ke Persidangan dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pakar dukung rencana pemerintah terbitkan Perpres AI
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Klaim Satu Suara soal Penetapan Tersangka Kuota Haji, Begini Katanya
• 16 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.