Tunggak Pembayaran, Aliran Listrik Kantor Desa Sumberjaya Bekasi Diputus PLN

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Aliran listrik di Kantor Desa Sumberjaya Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, diputus oleh PT PLN pada Rabu (31/12/2025).

Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum Desa Sumberjaya Supriyadi mengatakan, pemutusan dilakukan karena adanya tunggakan pembayaran listrik dari pihak desa.

“Nunggak hanya bulan Desember (2025) saja. Dari bulan Agustus sampai bulan November (2025) itu sudah dibayarkan sama Ibu Penjabat Kepala Desa (Ike Rahmawati),” ujar Supriyadi saat ditemui Kompas.com di kantor desa, Rabu (7/1/2026).

Baca juga: Polisi Janji Tangani Segala Bentuk Teror jika Masyarakat Melapor

Supriyadi mengatakan, total tunggakan listrik kantor desa mencapai Rp 433.000.

Akibatnya, aliran listrik di ruang kantor utama desa terhenti meski tidak seluruh ruangan terdampak pemutusan.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=aliran listrik kantor desa sumberjaya bekasi diputus, kantor desa sumberjaya bekasi tunggak pembayaran listrik&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNy8xODQyMjg1MS90dW5nZ2FrLXBlbWJheWFyYW4tYWxpcmFuLWxpc3RyaWsta2FudG9yLWRlc2Etc3VtYmVyamF5YS1iZWthc2ktZGlwdXR1cw==&q=Tunggak Pembayaran, Aliran Listrik Kantor Desa Sumberjaya Bekasi Diputus PLN§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

“Tidak semua (terputus). Jadi memang untuk meterannya itu terbagi. Yang terputus itu di kantor utama, kalau ruang rapat itu masih teraliri. Tapi kalau tokennya habis ya berarti tidak ada juga aliran listrik,” ungkap Supriyadi.

Ia menjelaskan, sebelumnya Penjabat (Pj) Kepala Desa Sumberjaya, Ike Rahmawati, sempat menutupi kebutuhan operasional desa, termasuk pembayaran listrik dengan menggunakan uang pribadi.

Namun, hal tersebut tidak lagi dapat dilakukan karena ketiadaan dana.

“Sudah enggak ada duit untuk bayar tagihan listrik. Karena memang kami tidak ada lagi uang kas desa yang bisa digunakan untuk membayar tagihan listrik. Akhirnya kami mengikuti dari aturan pemerintah, terutama dari aturan PLN untuk diputus (alirannya),” katanya.

Baca juga: Anrez Adelio Paksa Korban Berhubungan Intim dengan Ancam Video Syur

Supriyadi mengungkapkan, kondisi keuangan Desa Sumberjaya yang kosong tidak lepas dari kasus dugaan korupsi Dana Desa yang menyeret Penjabat Kepala Desa sebelumnya, almarhum Sumardi, serta Bendahara Desa, almarhum Tabrani.

“Ada kaitannya karena menyangkut anggaran Dana Desa tahap satu. Kondisi keuangan Desa Sumberjaya bulan Agustus dengan sisa saldo Rp 2 juta, yang seharusnya itu masih ada uang sekitaran Rp 2 miliar lebih,” ujar dia.

Meski aliran listrik terputus, Supriyadi memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Untuk kebutuhan administrasi yang memerlukan listrik, perangkat desa mengalihkan sementara ke Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat.

“Meskipun itu terputuskan, tetap kami melayani masyarakat ya seperti untuk pelayanan surat-menyurat ataupun informasi apa pun tetap berjalan,” ucapnya.

Ia menambahkan, seluruh perangkat desa tetap bekerja meskipun belum menerima gaji sejak Agustus 2025.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Baca juga: Ammar Zoni Kembali Jalani Sidang Lanjutan Kasus Narkotika di PN Jakarta Pusat Besok

“Kami tetap berjalan untuk pelayanan kesra, seperti ambulans desa yang memang mobile-nya itu tinggi untuk membantu warga miskin. Jadi tetap kami layani,” tutup Supriyadi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BMKG Prakirakan Hujan di Jakarta dan Kepulauan Seribu Sepanjang Hari
• 33 menit lalurepublika.co.id
thumb
Prospek Positif Industri Semikonduktor 2026, Kebangkitan Analog
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Penyaluran Pertalite di Serang Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Pertamina
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Polisi Selidiki Laporan Nenek Elina soal Pemalsuan Surat Rumahnya di Surabaya
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Polemik Mens Rea Panji Dikecam, Mahfud MD Justru Siap Membela
• 18 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.