Sanaa: Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara di Provinsi Dali, Yaman selatan, pada Rabu dini hari, 7 Januari 2026, waktu setempat. Serangan itu disebut menyasar pasukan separatis setelah pemimpin Dewan Transisi Selatan atau Southern Transitional Council (STC), Aidarous al-Zubaidi, dilaporkan melarikan diri menjelang keberangkatannya ke Riyadh untuk perundingan damai.
Dalam pernyataan resmi, koalisi menyebut al-Zubaidi dijadwalkan terbang dari Kota Aden pada Selasa malam untuk menghadiri pembicaraan guna mengakhiri konflik antara STC dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Namun, ia tidak menaiki pesawat dan disebut melarikan diri ke lokasi yang tidak diketahui. Hingga kini, keberadaannya belum diketahui.
Koalisi mengklaim menerima informasi bahwa al-Zubaidi telah memobilisasi kekuatan besar yang dilengkapi kendaraan lapis baja serta senjata berat dan ringan di Provinsi Dali.
“Koalisi meluncurkan serangan pendahuluan pada pukul 04.00 waktu setempat untuk menggagalkan upaya eskalasi konflik,” demikian bunyi pernyataan koalisi, seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu 7 Januari 2026.
STC belum memberikan tanggapan atas serangan tersebut. Kelompok ini sebelumnya mendukung pemerintah Yaman melawan pemberontak Houthi di Yaman utara. Namun pada Desember lalu, STC melancarkan ofensif terhadap pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi dengan tujuan membentuk negara merdeka di wilayah selatan. STC diketahui mendapat dukungan dari Uni Emirat Arab.
Perkembangan ini memperpanjang ketegangan di Yaman selatan. Setelah sempat menguasai wilayah luas termasuk Provinsi Hadramout dan Mahra, pasukan STC dipukul mundur oleh tentara pemerintah dengan dukungan serangan udara Arab Saudi. Koalisi menyatakan delegasi STC, tanpa al-Zubaidi, telah bertolak ke Riyadh pada Rabu pagi untuk mengikuti perundingan yang difasilitasi Arab Saudi.
(Keysa Qanita)


