Salah satu pemegang saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) melakukan aksi divestasi dengan menjual 400 juta lembar saham di tengah lonjakan tajam harga saham emiten jasa pertambangan tersebut. Andhesti Tungkas Pratama melepas saham DEWA dengan nilai transaksi sekitar Rp232,4 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi tersebut, transaksi penjualan dilakukan pada 30 Desember 2025 dengan harga Rp581 per lembar saham. Aksi tersebut diklasifikasikan sebagai penjualan saham biasa dengan tujuan divestasi dan dilakukan secara langsung di pasar reguler Bursa Efek Indonesia.
Dengan harga transaksi tersebut, total nilai penjualan saham Andhesti Tungkas Pratama mencapai sekitar Rp232,4 miliar. Seiring aksi divestasi itu, porsi kepemilikan Andhesti di DEWA mengalami penurunan signifikan, dari sebelumnya 3,805 miliar lembar saham menjadi 3,405 miliar lembar saham setelah transaksi rampung.
Baca Juga: Darma Henwa (DEWA) Raih Kredit Rp5 Triliun dari BCA dan Bank Mandiri
Manajemen DEWA menyampaikan bahwa transaksi tersebut merupakan aksi pemegang saham dan tidak berkaitan langsung dengan kebijakan maupun kegiatan operasional perseroan. Perubahan kepemilikan tersebut tidak berdampak terhadap struktur pengendalian perusahaan.
Aksi jual saham tersebut terjadi saat pergerakan saham DEWA berada dalam fase reli kuat. Pada penutupan perdagangan sesi II Rabu (7/1), harga saham DEWA tercatat turun 1,84 persen ke level Rp825 per saham. Pelemahan harian ini terjadi setelah saham DEWA mencatatkan penguatan signifikan dalam beberapa periode sebelumnya.
Baca Juga: IHSG Ditutup Melejit 0,90% ke Level 8.710, BUMI, DEWA dan GOTO Jadi Buruan Investor
Dalam sepekan terakhir, harga saham DEWA tercatat naik 130 poin atau setara 19,44 persen. Sementara dalam periode satu bulan terakhir, saham DEWA melonjak 94,17 persen. Bahkan, dalam kurun tiga bulan terakhir, saham emiten jasa pertambangan tersebut meroket hingga 145,40 persen, mencerminkan tingginya minat investor terhadap saham DEWA.
Mengacu pada data kepemilikan saham terbaru, struktur pemegang saham DEWA didominasi oleh investor institusi dan publik. Pemegang saham institusi terbesar adalah Goldwave Capital Limited dengan porsi kepemilikan 9,38 persen. Selanjutnya, CIMB Securities Limited menguasai 6,38 persen saham, disusul Zurich Asset International Ltd sebesar 6,18 persen.
Investor institusi lainnya yang tercatat memiliki saham DEWA antara lain CGS International Sekuritas Indonesia dengan porsi 5,53 persen. Adapun porsi saham yang beredar di publik atau free float mencapai 63,08 persen, mencerminkan tingkat likuiditas saham yang relatif tinggi di pasar.
Perseroan menyatakan keterbukaan informasi terkait aksi divestasi ini dilakukan sebagai bentuk transparansi kepada investor dan pelaku pasar, seiring meningkatnya volatilitas harga saham DEWA dalam beberapa waktu terakhir.




