CEGAH super flu, masyarakat kembali diingatkan untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing.
Ketua Kerja Bidang Surveilans dan Imunisasi P2P, Dede Kurniawan, menjelaskan berdasarkan informasi yang didapatkan, kasus influenza A subclade K telah ditemukan di beberapa provinsi di Indonesia, termasuk di Jawa Barat (Jabar) dengan 10 kasus. Namun hingga kini flu yang dikenal dengan nama super flu tersebut belum masuk dan diharapkan tidak sampai masuk ke Kabupaten Cirebon. “Kita tetap harus melakukan langkah antisipasi,” tutur Dede, Selasa (6/1). Langkah pencegahan penyebaran virus tersebut, lanjut Dede bisa dilakukan dengan menerapkan PHBS.
Masyarakat, lanjut Dede, harus menerapkan pola hidup sehat dan bersih, minimalnya bisa menjaga agar tidak terkena penyakit.
Dijelaskan Dede, influenza A subclade K memiliki gejala sama dengan flu pada umumnya, namun sedikit berat. Orang yang terjangkit virus tersebut biasanya akan merasakan demam, batuk, pilek yang agak berat. “Ini beda dengan flu pada umumnya,” paparnya.
Sebagaimana flu biasa, imbuh Dede, penyakit tersebut juga menular melalui saluran pernafasan. Karenanya, ia meminta kepada masyarakat yang sedang menderita flu agar mengunakan masker. “Kalau flu kan biasa, penularannya itu melalui saluran pernapasan, berarti kan harus melindungi saluran pernapasan, harus pakai masker dan biasakan budaya hidup sehat dan bersih,” terangnya.
Seperti diketahui kasus influenza A subclade K ini sudah masuk ke Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, hingga akhir Desember 2025 kemarin terdapat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak berada di Jawa Timur.
Sebelumnya, Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan, hingga akhir Desember 2025, kasus influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan.
“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” ujar Prima.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.



