Bendera Aceh Berkibar di Depan Kantor PBB, Diaspora Desak Darurat Nasional

fajar.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat media sosial, Maria A. Alkaf, bicara mengenai aksi komunitas diaspora Aceh yang mengibarkan bendera Aceh di depan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Aksi tersebut disebut sebagai bentuk seruan kemanusiaan agar kondisi Aceh mendapat perhatian serius dari dunia internasional.

Dikatakan Maria, pengibaran bendera Aceh itu dilakukan oleh warga Aceh di luar negeri sebagai respons atas berbagai bencana dan krisis kemanusiaan yang melanda Tanah Rencong.

Mereka menganggap bahwa situasi yang dihadapi Aceh tidak lagi bisa ditangani secara biasa.

“Bendera Aceh berkibar di depan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah aksi yang dilakukan oleh komunitas diaspora Aceh di luar negeri,” ujar Maria di X @MariaAlkaff_ (7/1/2026).

Dalam aksi tersebut, diaspora Aceh juga menyuarakan desakan kepada pemerintah Indonesia agar segera menetapkan status darurat nasional bencana untuk wilayah Aceh.

Mereka menilai skala kerusakan dan dampak bencana yang terjadi membutuhkan penanganan luar biasa serta dukungan yang lebih besar.

Maria menyebut, status darurat nasional dinilai penting agar proses penanganan dan pemulihan bisa berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan melibatkan berbagai pihak, termasuk dukungan internasional.

“Aksi ini menjadi bentuk seruan kepada dunia internasional untuk memberi perhatian serius terhadap kondisi Aceh yang tengah dilanda berbagai bencana dan krisis kemanusiaan,” lanjutnya.

Pengibaran bendera Aceh di depan kantor PBB, kata Maria, bukan semata soal identitas, melainkan simbol jeritan kemanusiaan.

Aksi tersebut dilakukan untuk memastikan penderitaan masyarakat Aceh tidak luput dari perhatian global.

“Pengibaran bendera Aceh dilakukan sebagai simbol identitas dan jeritan kemanusiaan, sekaligus untuk menarik perhatian komunitas internasional terhadap penderitaan masyarakat di Tanah Rencong,” tandasnya.

Ia menegaskan, para peserta aksi membawa pesan agar Aceh tidak diabaikan dan memperoleh dukungan yang setara dengan berbagai krisis kemanusiaan di belahan dunia lain. (Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
AI Rombak Total Dunia Kerja, 25 Persen Posisi Kantoran Mulai Dipangkas dan Digantikan Robot
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Trump Gelontorkan Anggaran Militer Rp25.000 Triliun, Saham Pertahanan Global Meledak
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
40 Ucapan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Diperingati 16 Januari 2026
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Salurkan PIP, Legislator Gerindra Tegaskan Pendidikan Tak Boleh Terhenti
• 9 jam laludetik.com
thumb
Kata Bojan Hodak soal Rumor Federico Barba Tinggalkan Persib
• 21 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.