BI Ungkap Alasan Ganti JIBOR Jadi INDONIA Mulai 2026

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) resmi menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) sejak 1 Januari 2026. Indonesia Overnight Index Average alias INDONIA kini menjadi satu-satunya suku bunga acuan rupiah untuk transaksi antar bank dengan tenor overnight.

Namun, apa sebenarnya alasan BI?

Kepala Grup Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Arief Rachman menjelaskan, penggantian tersebut dilakukan karena INDONIA dinilai lebih akurat dan objektif. Menurut dia, INDONIA lebih  mencerminkan kondisi likuiditas pasar secara riil.

"Kenapa pakai harga yang terjadi? Karena itu lebih mencerminkan kondisi di pasar. Jadi dia (INDONIA) lebih memenuhi syarat sebagai suku bunga yang bisa menjadi acuan," kata Arief dalam Taklimat Media di Jakarta, Rabu (7/1).

Penetapan suku bunga acuan di INDONIA dilakukan berdasarkan rata-rata harga transaksi aktual pinjam-meminjam antar bank dari seluruh bank konvensional yang terdiri dari 91 bank. Sementara JIBOR menggunakan acuan berdasarkan harga rata-rata penawaran antar bank dari bank-bank kontributor yang hanya berjumlah 17 bank.

Perubahan ini juga mengikuti reformasi suku bunga acuan global. BI melakukannya untuk memperkuat pendalaman pasar keuangan Indonesia.

Sebelum JIBOR berlaku, menurut Arief, suku bunga acuan di pasar keuangan menggunakan London Interbank Offered Rate (LIBOR). Penetapan suku bunga acuan LIBOR ini mirip dengan JIBOR dan sebelumnya ini digunakan sebagai angka acuan industri keuangan global.

Namun, penggunaan LIBOR sebagai suku bunga acuan global dihentikan pada 2021 usai terkuak kasis manipulasi yang dilakukan oleh sejumlah bank kontributor sehingga merugikan pelaku pasar. BI pun berhara penggantian suku bunga acuan di dalam negeri dari JIBOR menjadi INDONIA bisa mendorong pasar keuangan Indonesia lebih kredibel dan berdaya saing global.

“Kita juga anggota G20, jadi kita punya kewajiban untuk melaksanakan rekomendasi keputusan dari G20. Nah kita mulai mengganti," ujar Arief.

Dilakukan dengan Persiapan Matang

BI memastikan reformasi suku bunga acuan ini dilakukan dengan persiapan yang matang. Hal ini dilakukan oleh Bank Indonesia dan para pelaku pasar keuangan.

“Persiapan ini dilakukan untuk beralih dari JIBOR ke INDONIA. INDONIA telah dipublikasikan sejak 1 Agustus 2018 paralel dengan publikasi JIBOR,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Denny Prakoso dalam pernyataan tertulisnya pada akhir 2025.

Kebijakan pengakhiran JIBOR sudah diumumkan sejak 27 September 2024. Hal ini juga disertai dengan Panduan Transisi Pengakhiran JIBOR yang disusun oleh National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR).

Denny mengatakan, pelaku pasar secara bertahap telah mengacu pada INDONIA. Survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa nilai kontrak keuangan yang jatuh tempo sebelum 31 Desember 2025 yang menggunakan JIBOR sebagai acuan telah turun 67,7% dari sebesar Rp 140,37 triliun pada September 2024 menjadi Rp 45,28 triliun pada September 2025.

Selanjutnya, nilai kontrak yang memiliki fallback rate (telah dinegosiasikan dengan rate yang baru pada saat JIBOR dihapuskan) yang jatuh tempo setelah 31 Desember 2025, meningkat 35,9% dari Rp 164,48 triliun pada September 2024 menjadi Rp 223,76 triliun pada September 2025.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rumah Rusak Berat Akibat Longsor di Cisoka Kabupaten Tangerang Banten Bakal Direlokasi
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Sosok Khairun Nisya, Pramugari Gadungan yang Gegerkan Media Sosial
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Manchester City Nyerah dalam Perburuan Gelar Liga Inggris?
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Waspada! Penularan Virus Super Flu Sangat Cepat  
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Tabrak Kayu Balok di Tengah Jalan, Mahasiswi Sempat Kejang
• 18 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.