JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan bahwa sebanyak 2.468 sekolah di Aceh telah memulai pembelajaran pascabencana banjir bandang dan tanah longsor Sumatera.
Data ini diperoleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, usai menghadiri rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga di Posko Pemulihan Pascabencana (Galapana), Aceh.
“Sejumlah capaian dilaporkan, di antaranya Kemendikdasmen yang telah membersihkan 2.756 sekolah terdampak dan memulai kembali pembelajaran di 2.468 sekolah,” kata Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA dalam siaran pers, Rabu (7/1/2026).
Baca juga: 104 Hunian Tetap untuk Korban Banjir Aceh Utara Dibangun
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mendirikan 18 tenda belajar dan akan mendistribusikan tambahan 80 tenda belajar.
Selain itu, sebanyak 15.500 paket perlengkapan sekolah telah disalurkan, serta tunjangan khusus bagi guru terdampak senilai Rp 15,7 miliar yang ditransfer langsung ke rekening penerima.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=bantuan sekolah, pemulihan pascabencana, sekolah di aceh, pembelajaran pascabencana&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNy8yMDA3MzQ4MS9rZW1lbmRhZ3JpLXVuZ2thcC0yNDY4LXNla29sYWgtZGktYWNlaC1tdWxhaS1wZW1iZWxhamFyYW4tcGFzY2FiZW5jYW5h&q=Kemendagri Ungkap 2.468 Sekolah di Aceh Mulai Pembelajaran Pascabencana Sumatera§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `“Di sektor kesehatan, Kemenkes telah menurunkan sekitar 3.300 tenaga kesehatan dan mengaktifkan seluruh fasilitas layanan kesehatan, meski masih terdapat tiga puskesmas yang perlu direlokasi,” ucap dia.
Safrizal menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut menekankan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di sejumlah wilayah terdampak.
Baca juga: Pemerintah Beri Relaksasi Utang bagi UMKM Terdampak Bencana di Sumatera
Dengan demikian, rapat menyepakati sejumlah prioritas pada tahap pemulihan, yakni percepatan pembangunan dan perbaikan jembatan, pemulihan akses jalan penghubung desa dan antarwilayah, pengaktifan kembali fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).
“Prioritas juga mencakup normalisasi sungai, rehabilitasi tanggul dan bendungan, serta pemulihan akses jalan nasional,” jelas dia.
Dalam hal ini, Safrizal menyebut pemerintah mempercepat penanganan di kabupaten/kota terdampak berdasarkan skala prioritas, termasuk pemantauan teknis jembatan bailey agar dapat berfungsi optimal.
“Fase pemulihan saat ini menuntut kecepatan dan ketepatan, khususnya menjelang Bulan Suci Ramadhan. Pemulihan pascabencana bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan, tetapi memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara cepat,” ucap dia.
Baca juga: Pemerintah Bentuk Pokja Pemberdayaan Pascabencana Sumatera, Apa Tugasnya?
“Titik distribusi bahan makanan yang masih terhambat harus benar-benar dicek agar tidak mengganggu stok pangan masyarakat Aceh,” tegasnya lagi.
Safrizal menambahkan bahwa pemerintah juga memastikan kelancaran distribusi pangan, ketersediaan air bersih untuk minum dan bersuci, dukungan sandang, serta percepatan pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara.
“Integrasi dan kolaborasi lintas K/L di bawah kepemimpinan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas Nasional menjadi kunci agar pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” pungkas dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

