Profil Doraemon, Robot Kucing Legendaris yang Resmi Tinggalkan Layar RCTI

grid.id
1 hari lalu
Cover Berita

Grid.ID- Sebuah era panjang dalam sejarah pertelevisian Indonesia resmi berakhir pada awal 2026. Anime legendaris Doraemon yang telah menemani pemirsa setiap Minggu pagi selama lebih dari 30 tahun dikabarkan berhenti tayang di RCTI. Bagi yang belum kenal dengan karakter legendaris ini, inilah profil Doraemon yang telah menemani penonton Indonesia selama puluhan tahun.

Berdasarkan pantauan jadwal siaran resmi dan aplikasi RCTI+, nama Doraemon tidak lagi muncul sejak 29 Desember 2025. Absennya serial ini menutup perjalanan panjang Doraemon di RCTI yang dimulai sejak 9 Desember 1990.

Kabar tersebut memicu kesedihan dan protes dari warganet yang tumbuh bersama kisah robot kucing biru tersebut. Di tengah polemik itu, publik kembali menyoroti profil Doraemon sebagai ikon budaya populer lintas generasi.

Profil Doraemon

Mengacu pada dora-world.com, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Doraemon lahir pada 3 September 2112. Ia merupakan robot kucing berwarna biru yang berasal dari abad ke-22 dan melakukan perjalanan waktu ke abad ke-20. Doraemon dikenal sangat menyukai dorayaki, makanan manis khas Jepang.

Awalnya, Doraemon berwarna kuning dan memiliki telinga. Namun, telinganya hancur setelah digigit robot tikus, membuatnya mengalami trauma mendalam. Peristiwa tersebut menyebabkan Doraemon menangis terus-menerus hingga warna tubuhnya berubah menjadi biru.

Meski berasal dari masa depan, Doraemon memiliki sejumlah kelemahan. Ia memiliki fobia berat terhadap tikus akibat insiden masa lalunya. Doraemon juga tidak tahan terhadap cuaca dingin dan dapat mengalami gangguan fungsi jika kehilangan komponen tertentu, seperti mur.

Selain itu, Doraemon sempat mengalami kesalahan dalam pemrosesan sistemnya sehingga gagal dalam ujian awal. Akibatnya, ia dilelang dan akhirnya dimiliki oleh keluarga Sewashi, keturunan Nobita dari kelas ekonomi bawah.

Keunggulan utama Doraemon terletak pada kantong ajaib di perutnya. Dari kantong tersebut, Doraemon dapat mengeluarkan berbagai alat canggih dari masa depan untuk membantu Nobita.

Alat-alat tersebut kerap menjadi solusi sekaligus sumber masalah baru akibat penyalahgunaan oleh Nobita. Meski demikian, hubungan Doraemon dan Nobita merepresentasikan persahabatan, tanggung jawab, dan pelajaran moral yang menjadi inti cerita.

Asal Usul Nama Doraemon

 

Nama Doraemon memiliki makna tersendiri. Dikutip dari Tribun Jambi, Rabu (7/1/2026), dalam salah satu jilid manga dijelaskan bahwa nama Doraemon berasal dari kata “dora neko” yang berarti kucing liar dalam bahasa Jepang.

Sementara akhiran “emon” merupakan nama khas Jepang zaman dahulu, seperti pada nama Horiemon. Bentuk tubuh Doraemon yang bulat, mulai dari kepala hingga badan, dengan tangan dan kaki berwarna putih serta ekor merah. 

Kisah Nobita dan Robot Kucing dari Abad ke-22

Doraemon pertama kali muncul dalam bentuk manga karya Fujiko F. Fujio pada Desember 1969. Serial komik Doraemon diterbitkan secara serentak di enam majalah berbeda dan mendapat respons luar biasa dari pembaca. Kesuksesan tersebut melahirkan 1.345 cerita dalam rangkaian asli yang diterbitkan oleh Shogakukan di bawah merek komik Tentōmushi.

Cerita Doraemon kemudian diperluas hingga 45 jilid dan dikoleksi secara resmi di Perpustakaan Pusat Takaoka, Toyama, Jepang, kota kelahiran Fujiko F. Fujio. Dari sinilah profil Doraemon berkembang sebagai salah satu karakter manga dan anime paling berpengaruh di dunia.

Doraemon berkisah tentang kehidupan Nobita Nobi, seorang anak kelas 5 sekolah dasar yang dikenal pemalas dan kerap mengalami kesialan. Kehidupan Nobita berubah ketika ia didatangi Doraemon, robot kucing dari abad ke-22.

Doraemon dikirim oleh Sewashi, cicit Nobita, untuk memperbaiki masa depan keluarga Nobi yang terancam kemiskinan akibat kegagalan Nobita di masa depan. Dalam alur cerita tersebut, profil Doraemon digambarkan sebagai sosok penolong yang setia, meski sering kerepotan menghadapi sifat Nobita yang ceroboh.

Doraemon sebagai Ikon Global

Tokoh Doraemon telah hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari manga, serial anime, film petualangan, hingga platform digital. Pada Juli 2013, manga Doraemon dirilis secara digital dalam bahasa Inggris melalui Amazon Kindle.

Penjualan globalnya melampaui 100 juta kopi, menjadikannya salah satu komik terlaris di dunia. Bahkan, Turner Broadcasting System sempat membeli hak siar Doraemon versi bahasa Inggris pada 1980-an, meski akhirnya dibatalkan sebelum tayang.

Doraemon Berhenti Tayang di RCTI

Baca Juga: Profil Yasmin Napper yang Umumkan Putus dari Giorgino Abraham

 

Penghentian penayangan Doraemon di RCTI hingga kini belum disertai pernyataan resmi dari pihak stasiun televisi. Meski demikian, spekulasi mengenai berakhirnya hak siar atau perpindahan lisensi ke platform lain semakin menguat. Informasi bahwa proses sulih suara episode terbaru masih berlangsung menumbuhkan harapan bahwa Doraemon tidak sepenuhnya menghilang, melainkan hanya berpindah “rumah” siaran.

Berakhirnya penayangan Doraemon di RCTI menandai penutupan satu bab penting dalam sejarah televisi nasional. Namun, profil Doraemon sebagai robot kucing legendaris dari abad ke-22 tetap hidup dalam ingatan penonton lintas generasi. Dengan nilai persahabatan, imajinasi, dan pesan moral yang kuat, Doraemon tidak sekadar menjadi tontonan anak-anak, melainkan simbol budaya populer yang relevan sepanjang masa. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ramalan Zodiak Virgo Bulan Januari 2026
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Jaksa Minta Hakim Tolak Inisiatif Nadiem untuk Pembuktian Terbalik di Chromebook
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Usul Lumpur Bencana Sumatera untuk Bangun Tanggul
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 736,3 Triliun hingga 31 Desember 2025
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Bank Muamalat Hadirkan Tabungan Prima Berhadiah Paket Bantuan Bencana
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.