Kulonprogo: Kegiatan Dharma Teaching & Empowerment yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) bersama Palpung Indonesia menjadi agenda utama Guru Vajradhara His Holiness the 12th Chamgon Kenting Taisitupa di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mereka yang ingin belajar.
Agenda diawali dengan kunjungan ke Candi Borobudur pada 7 Januari 2025. Kemudian dilanjutkan dengan agenda di Graha Palpung Padmasambhava Magelang, Jawa Tengah, pada 8 Januari 2025.
Baca Juga :
Doa dan Meditasi Umat Buddha Dunia Menggema di Puncak Borobudur“Oke, kita pertamanya akan ada pembukaan Wihara Padmasambhava di sebelah Candi Borobudur. Kita sudah kerjakan ini selama satu tahun lebih. Semua Buddha-nya dibangun dari nol, dari tanah yang di sekitar Borobudur, tanah suci,” kata Sekjen Majelis Palpung Indonesia, Karuna Murdaya saat diwawancarai pada Selasa, 6 Januari 2025.
Selanjutnya agenda pada 9-10 Januari 2026, Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa akan menyampaikan Dharma Teaching yang berfokus pada kebijaksanaan dan makna kehidupan. Rangkaian kegiatan di Magelang akan ditutup pada 11 Januari 2026 dengan sesi Buddha Maitreya Empowerment.
Sekjen Majelis Palpung Indonesia, Karuna Murdaya (Foto:Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Rangkaian Dharma Teaching juga dijadwalkan berlangsung di JIEXPO Convention Centre & Theatre, Jakarta. Kegiatan di Jakarta akan digelar pada 16-17 Januari 2026 dengan tema ajaran Dharma tentang cinta kasih dan welas asih, serta dilanjutkan pada 18 Januari 2026 dengan sesi Avalokiteshvara Empowerment.
Baca Juga :
Chamgon Kenting Taisitupa Pimpin Pradaksina dan Doa Bersama di Candi Borobudur“Ini ajarannya yang bisa dibilang sangat dasar untuk semua pengikut ajaran puja yang di sini dan di Kemayoran. Dan ini welcome semua datang untuk bisa belajar,” kata Karuna Murdaya.
Lebih lanjut ia berharap dengan adanya agenda kegiatan Dharma Teaching & Empowerment akan bermanfaat bagi yang ingin belajar.
“ini jadi salah satu acara yang paling meaningful dan yang mengikutinya akan kembali lagi karena kita mau promosikan Borobudur dan wihara-wihara sekitarnya dan fasilitas-fasilitas di sekitar Borobudur sebagai salah satu pusat ziarah Buddhis ke Indonesia dan sebagai salah satu pusat pendidikan,” kata Karuna Murdaya.



