Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tak panik dengan kemunculan super flu.
Menurutnya flu ini adalah flu yang sebelumnya puluhan tahun ditemui.
"Penting buat teman-teman wartawan, jangan sampai membuat masyarakat panik, karena ini adalah flu yang sudah puluhan tahun kita temui di dunia dan di Indonesia," kata Budi Gunadi saat membuka ground breaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr Sardjito, Kamis (8/1).
Budi mengatakan super flu berbeda dengan COVID-19 yang pernah mewabah di Indonesia.
"Super flu ini sebenarnya influenza yang sudah lama ada virusnya. Beda dengan COVID. COVID itu kan virus baru. Jadi daya tubuh kita belum ada karena nggak kenal. Kalau Super flu itu, sebenarnya influenza A, istilahnya. Ini sudah ada, sudah ada puluhan tahun. Nama virusnya, H3N2. Itu sudah ada puluhan tahun. Cuma ini varian baru," katanya.
"Kan teman-teman ingat kan, COVID mulainya Alfa, terusnya ke Beta, ada Delta yang mematikan, terusnya ke Omicron. Nah, ini (super flu) adalah varian K, kita ngomongnya, sub-plate K atau varian K dari H3N2. Karena dia lama, apa bedanya dengan COVID yang baru? Artinya, daya tahan tubuh kita, imunitas tubuh kita udah kenal virus ini," katanya.
Seharusnya tak ada yang perlu dikhawatirkan. Asalkan kondisi tubuh sehat, makan, tidur, dan olahraga teratur.
"Yang bagusnya juga, kita udah sangat tahu bagaimana cara pencegahannya. Artinya, ya kalau semuanya sebelah-sebelahnya sehat, ya enggak usah pakai masker. Tapi kalau udah ada sebelahnya yang batuk-batuk, pilek-pilek, ya pakai masker. Sama, yang rajin cuci tangan," katanya.
Sampai saat ini juga tak ada laporan orang meninggal dunia karena super flu.
"Belum ada yang dilaporkan meninggal karena ini memang flu seperti biasa yang kita sehari-hari," pungkasnya.




