Bisnis.com, DENPASAR – Proyek jalan shortcut Singaraja - Mengwitani untuk periode 2026 bakal menelan anggaran senilai Rp670,17 miliar.
Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa penanganan pada Titik 9 dan 10 mencakup total panjang pekerjaan 3,9 kilometer. Rinciannya terdiri untuk badan jalan sepanjang 2,95 kilometer dan jembatan sepanjang 942 meter.
Disebutkan pada Paket 1, proyek memiliki nilai kontrak sebesar Rp290,84 miliar dengan masa pelaksanaan 750 hari kalender. Pekerjaan meliputi pembangunan jalan sepanjang 0,93 kilometer serta tiga jembatan dengan total panjang 593 meter. Paket ini dikerjakan oleh Waskita–Sinarbali KSO dengan pendanaan dari SBSN Tahun Anggaran 2025–2027.
Selanjutnya pembangunan Shortcut Singaraja–Mengwitani Titik 9–10 Paket 2 memiliki nilai kontrak Rp187 miliar, sementara Paket 3 bernilai Rp189,71 miliar. Asep menjelaskan mahalnya proyek karena kondisi eksisting ruas Singaraja–Mengwitani memiliki tingkat risiko tinggi. Sebagai gambaran, kelandaian jalan mencapai 27%, dengan catatan sekitar 140 kecelakaan per tahun dan 16 korban meninggal dunia.
Melalui perbaikan geometrik jalan, waktu tempuh diperkirakan turun signifikan, dari 21,22 menit menjadi 8,61 menit. Jumlah tikungan berkurang drastis, sementara tingkat kelandaian diturunkan hingga maksimal 10%.
“Manfaatnya sangat signifikan, mulai dari peningkatan keselamatan, efisiensi perjalanan, hingga pengurangan emisi karbon kendaraan sekitar 10 persen,” jelas Asep, Rabu (7/1/2025).
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali telah membebaskan 316 bidang tanah senilai Rp193 miliar guna mendukung pembangunan sejumlah titik shortcut. Meski demikian, penyelesaian seluruh ruas Singaraja–Mengwitani masih membutuhkan pembangunan lanjutan, terutama di Titik 1–2, Paket 3 Titik 9–10, serta Titik 11–12. Kebutuhan tambahan anggarannya diperkirakan sekitar Rp512 miliar.
Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan harapannya agar pembangunan infrastruktur strategis ini memberi dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata.
"Pembangunan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani diharapkan menjadi solusi permanen konektivitas Bali Utara–Selatan, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata," kata Koster.





