Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan bagi pemerintah daerah dan masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Imbauan ini merujuk pada peringatan dini yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai ancaman hujan lebat dan fenomena cuaca ekstrem lainnya.
Berdasarkan data yang dihimpun BMKG, potensi cuaca ekstrem di Sumatra Utara terdeteksi meliputi 24 kabupaten dan kota. Sementara itu, untuk wilayah Sumatra Barat, fokus perhatian tertuju pada potensi hujan lebat yang diprediksi akan mengguyur wilayah Kabupaten Pasaman Barat.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (TMC) di dua provinsi utama, yakni Aceh dan Sumatra Utara. BNPB mengoptimalkan penggunaan tiga pesawat di setiap provinsi untuk menghalau potensi awan hujan berlebih.
"Untuk Aceh, hampir setengah wilayahnya kita tutup dengan operasi modifikasi cuaca. Operasi ini juga mencakup wilayah tengah hingga ke selatan yang base-off nya dari Medan," jelas Kapusdatinkom BNPB, Abdul Muhari.
Baca juga: Operasi Modifikasi Cuaca di Jatim Diperpanjang Hingga Akhir Januari 2026
Langkah modifikasi cuaca ini dilakukan untuk memastikan agar proses penanganan pascabencana yang sedang berjalan tidak terganggu oleh kondisi cuaca buruk. Pemerintah berupaya keras mencegah terjadinya bencana susulan seperti banjir bandang dan tanah longsor, berkaca pada kejadian yang menimpa wilayah Gayo Lues.
"Kita upayakan untuk menjangkau seluruh titik-titik supaya apa yang sudah kita lakukan ini tidak kembali terganggu oleh kondisi cuaca yang bisa memicu bencana susulan," tambahnya.



