Arab Saudi Buka Pasar Properti untuk Asing, Kurangi Ketergantungan pada Minyak

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Kerajaan Arab Saudi berambisi menjadikan pasar properti sebagai motor penggerak perekonomian negeri dengan melibatkan perusahaan swasta bahkan dari asing. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan pendapatan dari industri minyak.

Dikutip dari Bloomberg, perubahan lanskap perkotaan terlihat utamanya di Riyadh. Khuzam, proyek senilai lebih dari 100 miliar riyal, merupakan gambaran upaya Arab Saudi mengatasi masalah keterjangkauan perumahan yang melanda pasar perumahan dari New York hingga Sydney.

Proyek ini juga merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk membentuk kembali pasar properti sekaligus menarik investor dan pembeli asing untuk memperkuat perekonomian.

Pengembang terbesar di negara itu, National Housing Co (NHC) yang didukung pemerintah dan memiliki proyek senilai 250 miliar riyal di seluruh kerajaan, menghabiskan miliaran dolar untuk pembangunan besar-besaran seperti ini.

Sementara perusahaan swasta di seluruh negeri ikut serta dalam perlombaan untuk membangun. Pasar ini bahkan telah menarik perhatian Trump Organization, perusahaan properti keluarga presiden AS, yang bekerja sama untuk menambah apartemen mewah di negara tersebut.

Pembangunan yang masif ini didukung reformasi kebijakan yang mulai berlaku Januari 2026, memungkinkan orang asing memiliki properti di pasar real estate Arab Saudi.

Diharapkan para pengembang akan menarik pembeli dan investor internasional ke pasar yang selama beberapa dekade ini mayoritas tertutup bagi asing.

Hal ini juga didukung dengan pelonggaran beberapa pembatasan bagi sebagian ekspatriat yang tinggal di sana secara bertahap, dan sekarang berupaya menetapkan pengembangan dan zona di mana warga asing diizinkan untuk membeli.

Meskipun negara tersebut menarik lebih banyak uang dari luar negeri, negara itu harus memastikan pasokan rumah baru yang cukup untuk memastikan bahwa warga Saudi setempat tidak terpinggirkan oleh harga yang terlalu tinggi.

"Undang-undang baru ini akan menjadi pengubah permainan nyata bagi pasar. Ada sejumlah besar modal yang ingin berada di sana dan Anda akan mulai melihat peluang-peluang itu terbuka baik dari sisi pengembangan maupun pembiayaan," kata kepala riset Timur Tengah dan Afrika Utara CBRE Group Inc, Matthew Green.

Norma sosial tetap konservatif di Arab Saudi. Riyadh masih belum menawarkan fasilitas gaya hidup seperti banyak kota internasional lainnya, bahkan setelah beberapa pembatasan penjualan alkohol dilonggarkan dalam beberapa minggu terakhir.

Kendati begitu, beberapa investor melihat pasar perumahan Arab Saudi sebagai investasi yang lebih stabil daripada Dubai di dekatnya, di mana sebagian besar penduduknya adalah ekspatriat, beberapa di antaranya telah pergi selama resesi sebelumnya setelah kehilangan pekerjaan.

Sebaliknya, populasi Arab Saudi sekitar 35 juta jiwa, memberikan prospek yang kuat untuk permintaan di masa depan. Sekitar 34 persen penduduknya berusia di bawah 14 tahun, menurut data pemerintah, kemungkinan akan meningkatkan permintaan rumah di tahun-tahun mendatang.

Regulasi itu juga diharapkan dapat menghidupkan kembali banyak proyek yang telah dimulai pemerintah, namun kesulitan dalam pembiayaan seperti Diriyah dan Qiddiya, yang berada di dekat pusat populasi dan kemungkinan akan melihat pengembalian investasi yang cepat.

Pengembang, pemasok, dan kontraktor asing akan dapat memasuki pasar melalui usaha patungan dengan perusahaan lokal dengan pijakan yang lebih setara seiring berlakunya undang-undang ini, kata para ahli. Menurut Knight Frank, lebih dari 600.000 rumah diperkirakan akan dibangun di Arab Saudi pada tahun 2030, termasuk 110.942 rumah yang akan diselesaikan pada tahun 2026 saja.

Tantangan Keterjangkauan

Namun ada juga tantangan, terutama bagi agenda keterjangkauan harga yang diusung pemerintah. Harga apartemen di Riyadh melonjak 96 persen dari awal 2019 hingga kuartal III tahun 2025, sementara harga vila melonjak 53 persen.

Putra mahkota telah memerintahkan pembekuan kenaikan harga sewa di Riyadh selama lima tahun dan berjanji untuk menghentikan kenaikan harga properti yang tidak dapat diterima. Untuk memastikan harga tidak terus meroket, rumah-rumah baru modern perlu dibangun dengan cepat.

Kunci dari upaya tersebut adalah perusahaan seperti NHC, di mana CEO Mohammed Albuty ditugaskan untuk membantu meningkatkan angka kepemilikan rumah hingga 70 persen pada tahun 2030, yang berarti membangun ratusan ribu rumah baru di seluruh kerajaan.

Dalam upayanya itu, Albuty bekerja sama dengan banyak perusahaan asing, dari New Jersey hingga Mesir, dan perusahaan konstruksi dari Tiongkok hingga Korea Selatan melalui usaha patungan. Perusahaan tersebut memiliki lebih dari 164.000 rumah yang sedang dibangun mulai dari Jeddah di pantai barat kerajaan dan Dammam di pantai timur, serta di kota-kota suci Mekah dan Madinah.

“Kami tidak membangun perumahan atau bangunan kotak di tengah gurun. Kami membangun kota di dalam kota. Kota ini memiliki semua layanan dan fasilitas di dekatnya," kata Albuty.

Di sisi lain, CEO Liwan Real Estate Development, Abdulrahman Aldhyem, yang dimiliki swasta, berencana membangun proyek baru senilai 4,5 miliar riyal dengan 2.500 rumah di ibu kota beserta hotel dengan 300 kamar.

Namun kini, dengan kerajaan yang hampir mengizinkan warga asing untuk membeli properti di Arab Saudi, Aldhyem melihat masa depan di pasar domestiknya dan ia tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

“Untuk sementara waktu, kami didekati oleh lembaga-lembaga Saudi yang ingin membeli seluruh bangunan untuk mendapatkan pendapatan berulang. Namun sekarang, situasinya berubah dan kami melihat investor regional dari Teluk serta dana dari China yang ingin berinvestasi dalam proyek kami," kata Aldhyem.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenperin fokus manfaatkan anggaran RO khusus untuk tiga hal
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Song Joong Ki dan Park Ji Hyun Diincar Bintangi Drakor Rom-Com Baru
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Beri Pengakuan Begini
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Duduk Perkara Ayah Prada Lucky Ditangkap di Pelabuhan Kupang
• 1 jam laludetik.com
thumb
Masjid Negara IKN Siap Digunakan Sebelum Ramadan 2026
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.