Gubernur Walz Siagakan 7.500 Garda Nasional, Tolak Intervensi Trump di Minneapolis

mediaindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita

GUBERNUR Minnesota, Tim Walz, mengambil langkah defensif yang kuat menyusul insiden penembakan fatal terhadap seorang perempuan oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di Minneapolis. Walz mengecam pemerintah federal yang dianggap terlalu cepat mengambil kesimpulan atas insiden tersebut, padahal identitas petugas yang terlibat pun belum diungkap ke publik.

Walz menyebut tindakan pemerintah pusat sebagai sesuatu yang "tidak pernah terjadi sebelumnya" dan mendesak agar proses investigasi dibiarkan berjalan hingga tuntas secara independen. Ia pun meluapkan kegeramannya atas peristiwa yang menurutnya sangat bisa dihindari.

"Apakah Anda tidak memiliki rasa hormat? Cukup sudah," ujar Walz. "Penembakan itu sangat bisa dicegah dan sangat tidak perlu."

Siagakan Garda Nasional untuk Lindungi Warga

Sebagai respons terhadap situasi yang memanas, Gubernur Walz telah mengeluarkan perintah peringatan (warning order) bagi Garda Nasional Minnesota. Saat ini, sebanyak 7.500 personel tengah menjalani pelatihan dan siap dikerahkan kapan saja jika situasi membutuhkan.

Walz menegaskan pasukan yang ia siagakan adalah warga asli Minnesota, bukan pihak luar. Menurut Simon Schaefer, direktur staf gabungan, Minnesota memiliki total 13.000 personel Garda Nasional yang siap digerakkan.

"Mereka adalah guru di komunitas Anda, pemilik bisnis, profesional konstruksi, mereka adalah warga Minnesota," kata Walz. "Minnesota tidak akan membiarkan komunitas kami digunakan sebagai properti dalam pertarungan politik nasional. Kami tidak akan terpancing."

Menolak Intervensi Donald Trump dan Darurat Militer

Ketegangan politik meningkat saat Walz secara eksplisit memperingatkan warganya agar menolak kehadiran pasukan dari pemerintah pusat. Ia mendesak warga untuk tidak memberikan ruang bagi pengerahan militer federal di bawah perintah Presiden Donald Trump maupun Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem.

"Jangan biarkan mereka mengerahkan pasukan federal ke sini. Jangan biarkan mereka menggunakan Undang-Undang Pemberontakan (Insurrection Act). Jangan biarkan mereka menyatakan darurat militer. Jangan biarkan mereka berbohong tentang keamanan dan kehormatan negara bagian ini," tegas Walz. "Mari kita pastikan kita melindungi tetangga kita."

Secara spesifik, Walz mengirimkan pesan tajam kepada Gedung Putih bahwa Minnesota mampu menangani keamanannya sendiri. "Saya punya pesan yang sangat sederhana, kami tidak butuh bantuan lebih lanjut dari pemerintah federal. Kepada Donald Trump dan Kristi Noem, Anda sudah melakukan cukup banyak hal," tambahnya.

Investigasi Mandiri oleh Negara Bagian

Saat ini, Biro Penangkapan Kriminal Negara Bagian (State Bureau of Criminal Apprehension) tengah memimpin investigasi atas tewasnya wanita di dalam kendaraannya tersebut. Pusat operasi darurat negara bagian juga telah diaktifkan untuk mengoordinasikan langkah antara kepolisian lokal dan manajemen darurat.

Walz menjamin bahwa pemerintahannya tidak akan berhenti sampai keadilan dan akuntabilitas dalam kasus ini tercapai, demi memastikan keselamatan seluruh warga Minnesota. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Profil Josephine Langford, Aktris Asal Australia yang Melejit Sejak Bintangi Film After Bareng Hero Fiennes-Tiffin
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Pelaku Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Segera Diadili
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Jadwal Salat Makassar 9 Januari 2026
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3 Pemain dengan Gol Terbanyak di Laga El Clasico Indonesia Persib Bandung vs Persija Jakarta
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Roy Suryo Polisikan 7 Pendukung Jokowi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik | KOMPAS MALAM
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.