Harga Emas Dunia Turun Hampir 1 Persen, Tertekan Aksi Profit Taking

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Harga emas dunia turun pada Rabu (7/1/2026), seiring investor melakukan ambil untung (profit taking) setelah reli sebelumnya.

Harga Emas Dunia Turun Hampir 1 Persen, Tertekan Aksi Profit Taking. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia turun pada Rabu (7/1/2026), seiring investor melakukan ambil untung (profit taking) setelah reli sebelumnya.

Meski begitu, penurunan sempat terpangkas setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga:
Warner Bros Kembali Tolak Tawaran Paramount, Tetap Pilih Diakuisisi oleh Netflix

Emas spot melemah 0,85 persen ke level USD4.456,65 per troy ons. Harga sempat turun hingga 1,7 persen ke USD4.422,89 per troy ons pada awal perdagangan.

“Kami memandang koreksi hari ini sebagai aksi ambil untung setelah lonjakan harga yang cukup tajam sebelumnya,” ujar Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, dikutip Reuters.

Baca Juga:
IHSG Hari Ini Diprediksi Tembus 9.000, Saham ASII-TLKM Layak Dipantau

Namun, menurut Meger, data ketenagakerjaan yang lebih lunak tetap mendukung prospek pelonggaran kebijakan The Fed, yang belakangan menjadi penopang harga emas.

Lowongan kerja di AS tercatat turun lebih dalam dari perkiraan pada November setelah sempat naik tipis pada Oktober.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Beragam, Saham Sektor Keuangan Anjlok Tekan S&P

Sementara itu, laporan terpisah ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta pada Desember lebih rendah dari ekspektasi.

Pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 61 basis poin sepanjang tahun ini, berdasarkan data LSEG. Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis laporan nonfarm payrolls (NFP) pada Jumat.

Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik masih berlanjut menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengumumkan rencana untuk memurnikan dan menjual minyak mentah Venezuela, sementara Gedung Putih secara terpisah mengonfirmasi adanya pembahasan terkait akuisisi Greenland, termasuk kemungkinan keterlibatan militer.

Dari Asia, bank sentral China memperpanjang aksi pembelian emasnya menjadi bulan ke-14 berturut-turut pada Desember, berdasarkan data resmi.

“Data dari China terus menunjukkan kuatnya permintaan dari Asia, dan sekali lagi menjadi salah satu alasan di balik dorongan kenaikan harga emas belakangan ini,” kata Meger.

Emas, sebagai aset lindung nilai yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah serta di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Untuk logam mulia lainnya, perak spot merosot 4,1 persen ke USD77,93 per troy ons. HSBC menaikkan proyeksi harga perak 2026 menjadi USD68,25 per troy ons, namun memperingatkan volatilitas seiring meredanya tekanan pasokan.

Sementara itu, Goldman Sachs menilai tipisnya persediaan di London berpotensi memicu pergerakan harga tajam dan reli berbasis squeeze yang bisa berbalik arah.

Platina spot anjlok 6,5 persen ke USD2.285,75 per ons, sedangkan paladium melemah 5,2 persen ke USD1.727,40 per ons. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ridwan Kamil Tetap Penuhi Tanggung Jawab, Segini Besar Nafkah Anak Setelah Cerai dari Atalia Praratya
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
8 Perawatan Kulit yang Diprediksi Jadi Tren di 2026
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Analis Pede Peluang IHSG Rebound Terbuka, Simak 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Ini
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Banjir Bandang Melanda Kepulauan Sitaro, 16 Orang Meninggal Dunia
• 20 jam laluerabaru.net
thumb
Pendukung Manchester United Berencana Gelar Demonstasi Besar-Besaran
• 5 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.