Manado: Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, bertambah menjadi 17 orang. Dua warga lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim gabungan.
"Korban meninggal 17 orang, sementara dalam pencarian sebanyak dua orang. Untuk korban meninggal awalnya ada 15 orang, kemudian bertambah satu yang meninggal karena sakit di pengungsian dan satu lainnya yang baru ditemukan," kata Humas Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng di Manado seperti dilansir Antara, Kamis, 8 Januari 2026.
Dua korban yang masih dalam pencarian adalah Andris Pianaung dan Leonel Pianaung. Keduanya berjenis kelamin laki-laki. Nuriadin menjelaskan perkembangan operasi pencarian. Pada Rabu, 7 Januari 2026, pukul 11.40 Wita, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban bernama Clayton Azriel Tatambihe. Korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Baca Juga :
Permukiman Warga di Tapsel Masih Terkepung Banjir
Pencarian dilanjutkan hingga siang hari. Namun, tim terkendala cuaca buruk berupa hujan disertai angin kencang, khususnya di wilayah Desa Bahu Sondang. Hingga pukul 18.00 Wita, belum ada tanda-tanda keberadaan kedua korban. Operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara pada waktu itu.
"Pencarian direncanakan akan dilanjutkan kembali pada hari ini mulai pukul 08.00 Wita," ujar Nuriadin.
Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai unsur. Di antaranya Basarnas Sulawesi Utara, Kodam XIII/Merdeka, Polda Sulut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro, Polres Sitaro, Kodim Sangihe, Koramil Sitaro, Pos AL Siau, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Material batu-batuan memenuhi jalanan akibat banjir bandang yang menerjang tiga kecamatan di di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, Senin, 5 Januari 2026. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro
Nuriadin menegaskan komitmen Basarnas untuk terus melakukan pencarian secara maksimal. Tujuannya menemukan seluruh korban dan membantu masyarakat terdampak bencana.
Banjir bandang menerjang beberapa desa dan kelurahan di Pulau Siau pada Senin, 5 Januari 2026, dini hari. Bencana ini terjadi akibat hujan dengan intensitas deras yang berlangsung selama kurang lebih lima jam.



