IDENTITAS perempuan yang tewas dalam insiden penembakan oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di Minneapolis akhirnya terungkap. Korban dikonfirmasi sebagai Renee Nicole Good, seorang warga berusia 37 tahun yang dikenal kerabatnya sebagai sosok yang penuh kasih dan sangat peduli terhadap sesama.
Senator AS asal Minnesota, Tina Smith, serta Dewan Kota Minneapolis telah mengonfirmasi identitas korban pada Rabu waktu setempat. Kabar ini menyulut kemarahan besar dari otoritas lokal terhadap tindakan pemerintah federal.
Bantahan Keluarga Terkait Keterlibatan Protes
Ibu korban, Donna Ganger, memberikan kesaksian emosional mengenai sosok putrinya. Berbicara kepada Minnesota Star Tribune, Ganger menegaskan putrinya tidak terlibat dalam aksi protes yang sedang berlangsung saat penegakan hukum imigrasi tersebut dilakukan.
"Renee adalah salah satu orang paling baik yang pernah saya kenal. Dia sangat berbelas kasih. Dia telah merawat orang-orang sepanjang hidupnya. Dia penyayang, pemaaf, dan penuh kasih sayang. Dia adalah manusia yang luar biasa," ungkap Ganger.
Ganger menambahkan putrinya tinggal di Twin Cities bersama pasangannya. Ia menegaskan Renee "sama sekali bukan bagian dari hal-hal seperti itu," merujuk pada para demonstran yang menantang agen-agen ICE di lokasi kejadian.
Keluarga Menuntut Keadilan
Renee Good diketahui berasal dari Colorado sebelum menetap di Minnesota. Seorang anggota keluarga menyampaikan kepada afiliasi CNN, KUSA, bahwa pihak keluarga saat ini berada dalam kondisi terguncang dan sangat marah atas kematian yang dianggap tidak semestinya ini.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlanjut di tengah ketegangan yang meningkat antara otoritas kota Minneapolis dan pemerintah federal terkait prosedur penggunaan kekuatan mematikan dalam operasi imigrasi tersebut. (BBC/CNN/Z-2)



