BUMI hingga PTRO Jadi Kandidat Kuat Penghuni MSCI di Februari

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Peta kandidat saham Indonesia yang berpeluang masuk MSCI Standard Cap Index pada rebalancing Februari 2026 kian mengerucut.

BUMI hingga PTRO Jadi Kandidat Kuat Penghuni MSCI di Februari. (Foto: MSCI)

IDXChannel – Peta kandidat saham Indonesia yang berpeluang masuk MSCI Standard Cap Index pada rebalancing Februari 2026 kian mengerucut.

Sejumlah emiten yang terafiliasi dengan konglomerat besar, khususnya Grup Bakrie dan Grup Barito milik Prajogo Pangestu, mencuat sebagai kandidat terkuat dalam review indeks global tersebut.

Baca Juga:
Spotify Investasi Podcast Sebesar USD10 Miliar, Permudah Kreator Konten Dapat Penghasilan

Indo Premier Sekuritas menilai tidak akan ada saham Indonesia yang dikeluarkan dari indeks MSCI Indonesia Standard Cap pada review Februari 2026.

Sebaliknya, peluang masuk justru terbuka, terutama bagi saham tambang batu bara Grup Salim dan Grup Bakrie PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Penilaian ini tertuang dalam riset Indo Premier Sekuritas yang terbit pada 10 Desember 2025.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Beragam, Saham Sektor Keuangan Anjlok Tekan S&P

Indo Premier menyebut BUMI sebagai kandidat dengan probabilitas tertinggi untuk masuk MSCI Standard Cap.

Saat ini, kapitalisasi pasar BUMI sudah melampaui ambang batas minimum, dengan estimasi harga minimum sekitar Rp315 per saham, sementara harga terkini, pada 7 Januari 2026, berada di kisaran Rp452 per saham.

Baca Juga:
Harga Emas Dunia Turun Hampir 1 Persen, Tertekan Aksi Profit Taking

BUMI juga sudah tercatat sebagai konstituen MSCI IMI (Investible Market Indexes) dan MSCI Small Cap Index.

Meski harga saham BUMI melonjak signifikan secara bulanan hingga sekitar lebih dari 100 persen, Indo Premier menilai pergerakan tersebut masih sesuai dengan aturan MSCI extreme price increase.

Risiko baru muncul jika harga saham BUMI menembus level di atas Rp700 per unit menjelang akhir Januari 2026, yang merupakan periode peninjauan indeks.

Selain BUMI, PT Petrosea Tbk (PTRO) milik Prajogo Pangestu dinilai memiliki peluang terbesar kedua untuk masuk MSCI Standard Cap.

Saham PTRO hanya membutuhkan kenaikan harga sekitar 15-20 persen dari level saat riset tersebut ditulis (yakni di Rp10.025 per unit menjadi di kisaran Rp11.580 per unit) untuk memenuhi kriteria. Seperti BUMI, PTRO juga saat ini merupakan anggota MSCI Small Cap Indonesia Index.

Sebagai informasi, per penutupan perdagangan 7 Januari 2026, saham PTRO dibanderol di harga Rp11.875 per unit.

Peluang PTRO semakin terbuka setelah MSCI memperbarui porsi free float saham ini menjadi 30 persen, dari sebelumnya 25 persen.

Perubahan tersebut menurunkan estimasi batas harga minimum (price cut-off) menjadi sekitar Rp11.000-Rp12.000 per saham, dibandingkan estimasi awal di kisaran Rp13.000-Rp14.000 per saham.

Sementara itu, peluang emiten perfilman PT MD Entertainment Tbk (FILM) untuk masuk MSCI Standard Cap dinilai berpotensi tertunda.

Meski secara kapitalisasi pasar dan free float telah memenuhi kriteria, Indo Premier menilai status suspensi perdagangan lebih dari satu hari sejak 8 Desember 2025 dapat menghambat proses inklusi.

Berdasarkan metodologi MSCI, saham yang masuk Watchlist Board Criteria 10 tidak dapat mengalami migrasi segmen atau inklusi hingga periode tertentu, sehingga FILM baru berpeluang pada review Mei 2026.

Dari sisi eksklusi, Indo Premier menilai tidak ada saham yang berisiko keluar dari MSCI Indonesia Standard Cap pada level harga saat ini.

INDF dan CPIN, yang memiliki bobot terendah di indeks sekitar 1,5-2 persen, masih relatif aman.

Namun, risiko eksklusi dapat muncul jika harga INDF turun sekitar 20 persen lagi, sementara CPIN dinilai memiliki bantalan yang lebih besar karena baru berisiko jika harga terkoreksi 30–40 persen.

Indo Premier juga menyoroti IMPC sebagai saham yang patut dipantau. Jika terjadi pembaruan free float setidaknya menjadi 15 persen, IMPC berpotensi masuk MSCI Standard Cap pada kisaran harga Rp4.100-Rp4.200 per saham.

Sementara itu, menurut pengamat pasar modal Michael Yeoh, dengan melihat saham-saham yang saat ini berada dalam radar potensi inklusi MSCI, baik dari sisi free float market cap maupun likuiditas, hanya ada dua emiten yang dinilai berpeluang masuk pada periode ini.

“Yang masuk kali ini adalah BUMI dan PTRO,” katanya, Rabu (7/1/2026).

Namun, dari sudut pandang teknikal, Michael menilai peluang kedua saham tersebut tidak sepenuhnya seimbang. “Secara teknikal sendiri PTRO sudah tidak bisa dijustifikasi,” tutur dia.

Sebaliknya, menurut Michael, kondisi teknikal BUMI justru jauh lebih menarik, terutama jika dikaitkan dengan pergerakan historis harga sahamnya.

“Sementara, untuk BUMI, menarik sekali karena saat ini berada di titik tertinggi saham itu pada 2017, yaitu di Rp515,” ujar Michael.

Ia menilai, jika level tersebut berhasil ditembus, maka struktur teknikal BUMI akan memasuki fase yang lebih kuat, dengan level Rp500 sebagai area support baru.

Pandangan lainnya datang dari analis CLSA yang juga memperkirakan terjadi perubahan komposisi indeks pada MSCI Global Investable Market Index (GIMI) dalam Quarterly Comprehensive Index Review (QCIR) Februari 2026.

Berdasarkan catatan Watch List per 6 Januari 2026, hasil resmi review akan diumumkan setelah penutupan pasar pada 10 Februari 2026.

Dalam prediksinya, CLSA memperkirakan dua saham Indonesia akan masuk (add) ke dalam indeks, yakni FILM dengan estimasi arus dana sekitar USD72,1 juta, serta BUMI dengan potensi inflow sekitar USD78,7 juta.

Sementara itu, CLSA memprediksi dua saham akan keluar (delete) dari indeks, yaitu INDF dengan estimasi outflow USD 80,7 juta, serta CPIN dengan potensi dana keluar sekitar USD 88 juta. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Purbaya: Defisit APBN Bisa Ditekan Jadi 0%, Tapi Ekonomi Morat Marit
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pembunuh Bayaran Unggah Aksi Kejinya Sendiri di Facebook lalu Ditangkap Polisi
• 8 jam lalurealita.co
thumb
Ramalan Zodiak Virgo Bulan Januari 2026
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Beras dan Daging Naik Menjelang Akhir Pekan, Jumat (9/1)
• 3 menit lalubisnis.com
thumb
BWF Uji Coba Aturan Time Clock di Indonesia Masters 2026
• 12 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.