Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1) dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan.
Pada kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan pidatonya. Ada sejumlah yang disampikan Prabowo.
Di antaranya di satu tahun pemerintahannya, Prabowo mengaku beberapa kali mau disogok. Selain itu, Prabowo juga bicara soal target penerimaan Bergizi Gratis (MBG).
Berikut rangkumannya.
Ngaku Mau DisogokPrabowo Subianto menceraikan sedikit pengalamannya selama 1 tahun menjabat Presiden Indonesia. Prabowo dilantik 20 Oktober 2024.
Prabowo mengaku dirinya geleng-geleng kepala. Sebab, ternyata banyak pihak mencoba untuk menyogok dirinya.
"Aku 1 tahun aja jadi presiden ya, geleng-geleng kepala saya, berapa kali saya mau disogok bolak-balik datang, minta ini, minta itu," kata Prabowo dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1).
Prabowo tidak merinci siapa saja pihak yang mencoba menyogoknya. Namun ia menegaskan, tidak ingin terlibat dalam masalah seperti itu.
Bicara soal Rakyat MiskinPrabowo mengaku sudah memperjuangkan kemajuan bangsa Indonesia sejak lama. Sebab, dia melihat ada banyak kejanggalan yang terjadi di Indonesia.
Salah satu kejanggalan yang dilihatnya, kata Prabowo, masih banyaknya rakyat Indonesia yang miskin.
"Saya melihat ada kejanggalan di bangsa kita. Saya melihat sudah berapa puluh tahun, negara yang begini kaya rakyatnya masih banyak yang miskin. Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya," ucap Prabowo.
Prabowo menilai, seharusnya rakyat Indonesia bisa menikmati kekayaan alam yang ada. Namun, kenyataannya, hal tersebut belum terjadi.
Prabowo Bicara soal Tuduhan DiktatorPrabowo mengaku banyak pihak yang menjadi hambatan baginya dalam memperjuangkan kemajuan bangsa. Bahkan, Prabowo mengaku sempat dituduh ingin menjadi diktator.
Prabowo awalnya menjelaskan tengah perjuangan untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat Indonesia. Termasuk juga untuk menciptakan swasembada pangan.
Meski begitu, Prabowo tetap punya pendirian yang kuat. Dia masih memegang teguh sumpahnya sebagai prajurit TNI. Sebagai seorang TNI, menurutnya harus berpihak kepada rakyat. Pasalnya, rakyat juga punya jasa yang besar bagi TNI.
Targetkan Seluruh Desa di Indonesia Terima MBG Pada Desember 2026Prabowo menargetkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mencakup seluruh wilayah Indonesia hingga ke desa-desa pada Desember 2026 mendatang.
Awalnya, Prabowo bercerita, ketika datang menghadiri acara ini banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan bahwa MBG belum masuk ke desanya.
"Tadi waktu saya dateng, rakyat banyak juga yang teriak. 'Pak, desa kami belum terima MBG.' Saya minta maaf kemampuan kita," kata Prabowo.
Dia lalu mengungkapkan, MBG ditargetkan akan masuk ke seluruh desa di Indonesia secepatnya.
"Tapi insyaallah tahun 2026 ini seluruh desa di Indonesia akan menerima MBG. Sasaran kita Desember 2026, semua desa mendapat MBG. Mudah-mudahan bisa lebih cepat, tapi Desember kita harus sampai semua anak Indonesia dan semua ibu-ibu hamil dan semua orang tua lansia juga kita beri makan," ujarnya.
Prabowo Minta Jaksa Agung Tindak Lebih Banyak KoruptorPrabowo meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin agar menindak lebih banyak koruptor. Ini perlu dilakukan lantaran masih banyak terjadi kebocoran anggaran.
Prabowo awalnya meminta dukungan kepada seluruh jajarannya untuk bersatu melawan korupsi di Indonesia.
"Para pejabat, para pemimpin, rekan-rekan saya, pembantu-pembantu saya, saya minta dukunganmu. Mari kita bersatu, mari kita kompak. Kita lawan korupsi, kita berantas penyelewengan, kita tegakkan hukum. Jangan ragu-ragu. Jangan ragu-ragu," ujar Prabowo.
Prabowo lalu menyinggung capaian jajaran kejaksaan yang telah menguasai 4 juta hektare lahan sawit ilegal yang berada di kawasan hutan. Jajaran kejaksaan kemudian diminta lebih banyak untuk melakukan penindakan.
Prabowo mengungkapkan, penindakan tegas terhadap koruptor masih perlu dilakukan untuk menekan terjadinya kebocoran anggaran.
"Kita sudah bertindak terhadap ratusan tambang ilegal. Sudah ratusan triliun kita selamatkan. Masih banyak yang bocor. Terus kita kerja. Karena Saudara-saudara, uang rakyat harus bener-bener dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Tidak boleh sepeser rupiah pun tidak sampai ke rakyat," kata Prabowo.
Prabowo Ingatkan Pasal 33 UUD 1945Prabowo meminta agar para pelanggar hukum agar ditindak tegas. Dia mengingatkan adanya Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Awalnya, Prabowo bercerita sempat disodorkan daftar nama perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran hukum. Prabowo diminta untuk mempelajarinya.
Namun, Prabowo menolaknya. Dia hanya meminta agar pelanggar hukum ditindak sesuai ketentuan.
"Saya serahkan ke aparat penegak hukum. Mereka tanya, 'Pak ada apa petunjuk?'. 'Yang melanggar, tindak'. Sederhana," ujar Prabowo.
Lalu, Prabowo mengungkapkan isi ayat 3 Pasal 33 UUD 1945. Aturan tersebut berisi ketentuan bahwa seluruh kekayaan milik negara dipergunakan untuk kepentingan rakyat.
Dia pun menegaskan bagi para pejabat yang masih tak paham aturan tersebut untuk mundur dari kedudukannya.
"Bahasa Indonesia enggak usah ditafsirkan. Undang-Undang Dasar 45 Pasal 33 jelas. Enggak usah ada penerjemah. Bumi dan air dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," kata Prabowo.
Berikut bunyi pasal 33 UUD 1945:
Pasal 33
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.
Prabowo Tak Masalah Bersaing di PolitikPrabowo mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam tercapainya swasembada pangan. Apresiasi itu disampaikannya tanpa memandang asal usul partai politik maupun kelompok.
Prabowo menekankan, sejak ia menjabat Presiden, tidak pernah mempermasalahkan latar belakang para kepala daerah hingga menterinya. Terpenting semua bekerja demi rakyat.
"Saya sampaikan penghargaan terima kasih secara garis besar kepada semua, semua gubernur, semua bupati, semua pemimpin. Saya tidak memandang partai mana, kelompok mana, tidak ada. Saya enggak tanya, saya tidak mau tahu," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, semua yang telah berkontribusi merupakan anak bangsa. Tak boleh ada yang membeda-bedakan.
Prabowo pun mempersilakan adanya persaingan di ranah politik saat "pertandingan" diselenggarakan. Dengan catatan, persaingan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang sama.




