Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan di balik penyelenggaraan retret kedua di Hambalang, Jawa Barat pada Selasa, 6 Januari 2026. Retret ini bertujuan untuk konsolidasi dan penajaman kebijakan pemerintah di awal tahun 2026.
Agenda utama mencakup evaluasi kerja tahun 2025, arahan di tengah situasi global yang dinamis, serta penentuan langkah strategis ke depan. Dalam kesempatan ini, Presiden juga menyinggung bencana yang terjadi di beberapa provinsi dan keberhasilan program MBG.
Retret Kedua Kabinet Merah Putih dihadiri oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka, dengan peserta para menteri, wakil menteri pimpina lembaga, penasihat presiden, utusan khusus, hingga staf khusus presiden.
Baca Juga :
Agenda Retret II Kabinet Merah Putih: Evaluasi dan Penguatan SoliditasDi sesi awal retret adalah pemutran video mengenai pembangunan jembatan gantung yang diperintahkan oleh Presiden satu bulan yang lalu, khususnya jembatan bagi anak-anak yang menuju dan pulang sekolah.
Kemudian para menteri Kabinet Merah Putih melaporkan berbagai kendala dan capaian pelaksanaan program prioritas, serta evaluasi dan arahan dari Presiden.
Perbedaan dengan retret pertama
Retret pertama (24-27 Oktober 2024)
- Retret pertama dilaksanakan selama 3 hari
- Bertempat di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah
- Pembekalan 'The Military Way' para menteri, wamen, dan kepala dari badan dan lembaga
- Peserta sebanyak 136 orang
- Peserta memakai seregam Komcad
Retred kedua (6 Januari 2026)
- Digelar selama 1 hari
- Bertempat di Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat
- Evaluasi dan penenuan strategi
- Peserta para menteri, wamen, pimpinan lembaga, penasihat presiden, utusan khusus, hingga stafsus Presiden
- Peserta memakai seragam safari warna khaki
Baca Juga :
Soal MBG, Prabowo Kutip Bung Karno: Perut Lapar Tak Bisa Menunggu- Evaluasi kinerja tahun 2025
- Pemberian arahan di tengah situasi global yang penuh dinamika dan gejolak
- Adanya penentuan langkah strategis serta target yang ingin dicapai ke depan
- Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan dan ujian, khususnya bencana alam yang melanda sejumlah wilayah
- Presiden membahas berbagai program pemerintah yang telah berjalan, salah satunya adalah MBG.
"Walaupun begitu banyak pakar yang mengejek saya dan tim saya, menyinyir, mereka katakan MBG pasti gagal, tapi kita buktikan kepada mereka MBG berhasil," kata Presiden Prabowo.
Sumber: Redaksi Metro TV



