Bener Meriah Tetapkan Status Pemulihan Pascabencana

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Bener Meriah

Pemerintah daerah memulai fase transisi selama 90 hari guna memulihkan infrastruktur dan sosial-ekonomi setelah banjir bandang.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, resmi mengakhiri masa tanggap darurat dan beralih ke fase transisi darurat menuju pemulihan.

Langkah ini diambil menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bener Meriah, Ilham Abdi, mengonfirmasi bahwa kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 360/03/SK/2026. Masa transisi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 7 Januari hingga 6 April 2026.

Baca Juga: Polda Sumbar Salurkan 400 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Pelajar Terdampak Bencana di Agam

Fokus Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial

Dalam keterangannya pada Rabu 7 Januari 2026, Ilham menjelaskan bahwa penetapan status ini merupakan strategi krusial untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan secara sistematis.

"Status transisi ini berfungsi sebagai jembatan antara penanganan darurat dan pemulihan jangka panjang. Fokus utama kami adalah memperbaiki kondisi sosial, stabilitas ekonomi, serta perbaikan infrastruktur bagi masyarakat terdampak," ujar Ilham.

Selama periode ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk tetap mengaktifkan sistem komando penanganan bencana.

Hal ini dilakukan guna memantau perkembangan situasi secara cepat dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi, terutama bagi kelompok rentan yang memerlukan perlindungan khusus.

Baca Juga: Wabup Solok Pantau Normalisasi Batang Saniangbaka, Antisipasi Banjir Susulan

Alokasi Anggaran dan Normalisasi

Selain aspek kemanusiaan, otoritas setempat juga memprioritaskan perbaikan sarana vital dan pengendalian titik-titik yang berpotensi memicu bencana susulan.

Upaya normalisasi kehidupan masyarakat ini akan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Bener Meriah, serta dukungan sumber dana sah lainnya sesuai regulasi yang berlaku.

Ilham menambahkan bahwa sinergi antar-instansi menjadi kunci dalam percepatan pemulihan ini. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu ancaman bencana baru.

Pemerintah berharap dukungan penuh dari seluruh lapisan warga agar proses transisi ini berjalan efektif, sehingga roda perekonomian dan aktivitas sosial di Bener Meriah dapat kembali berfungsi normal dalam waktu dekat.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Rob Terus Mengintai Warga Pesisir Merauke
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Kementerian LH Diminta Segera Umumkan Hasil Audit Lingkungan 182 Perusahaan
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Luis Enrique Puji Mentalitas Baja PSG Usai Tekuk Marseille di Laga Trophee des Champions
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kala Hakim Anwar Usman Jadi 'Juara' Absen di MK, Sanksi Hanya Sepucuk Surat?
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Polisi Selidiki Kasus Perusakan Sejumlah Ruangan di Puskesmas Ibele Jayawijaya
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.