JAKARTA, DISWAY.ID – Saat bertemu dengan jajaran Pemprov Jawa Barat, terungkap penyebab tunggakan pembayaran proyek Pemrov Jabar ke kontraktor.
Dalam video yang dibagikan di akun medsosnya, Gubernur Jawa Barat mendapatkan informasi jika Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalami kekurangan dana hingga Rp621 miliar.
Dalam kesempatan itu Dedi yang akrab disapa KDM juga mempertanyakan apakah para kontraktor mau menerima jika pembayaran proyek yang tertunda tersebut.
BACA JUGA:Profil Khairun Nisya Pramugari Gadungan Batik Air, Tega Bohongi Keluarga Kerja di Maskapai
BACA JUGA:Agen Imigrasi Tembak Wanita di Minianapolis, Warga Bakar Bendera Amerika
Adapun penyebab kakurangan dana ini karena terdapatnya peningkatan pembangunan di wilayah Jawa Barat yang cukup banyak.
Sedangkan pembangunan tersebut, mulai dari jalan, gedung sekolah, PCO, jaringan listrik masyarakat miskit, pelayanan kesehatan serta termasuk pembayaran hutang tahun lalu.
Menurut Dedi, kinerja belanja pembangunan tahun 2025 sebenarnya tergolong baik dan berpotensi tuntas.
Tapi persoalan muncul karena penerimaan daerah yang tidak sepenuhnya sesuai target.
“Sesuai dengan dugaan saya bahwa tingkat pendapatan sebenarnyam sudah dipasang sangat tinggi,” ungkapnya.
BACA JUGA:Menkes Ajukan Rp500 Miliar ke BNPB, Revitalisasi Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Aceh
BACA JUGA:Roy Keane Punyai DNA Manchester United yang Hilang, Solskjaer Tak Mampu Mengisi
Dedi menjelaskan bahwa kondisi tersebut justru lebih baik dibandingkan menyisakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang terlalu besar.
Adapun sisa kas daerah pada akhir Desember 2025 hanya sekitar Rp504 ribu.
Angka itu jauh lebih kecil dibandingkan periode sebelumnya, yang SiLPA-nya bisa mencapai Rp1,7 triliun.
- 1
- 2
- »




