Liputan6.com, Jakarta - Undang-Undang baru dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menegakkan klaim yang akurat tentang kemasan yang dapat didaur ulang, dikomposkan, atau digunakan kembali.
Industri pengemasan AS memberikan kontribusi sekitar US$538 miliar terhadap total output dari ekonomi nasional, menurut dari survey yang sudah dilakukan oleh John Dunham & Associates pada Desember 2025 lalu, Anggota Kongres Randy Waber memperkenalkan Undang-undang Pengetahuan Pengemasan dan Klaim (PACK).
Advertisement
Tujuannya untuk menciptakan satu standar nasional untuk kemasan yang dapat didaur ulang dan digunakan kembali, memastikan juga perusahaan bersikap transparan dan juga akurat dalam klaim mereka.
Hal tersebut dapat membantu mengurangi kebingungat seputar daur ulang konsumen serta mendorong pengelolaan material yang tepat.
Undang-undang PACK juga didukung oleh AMERIPEN, sebuah asosiasi perdagangan di AD yang berdedikasi untuk meningkatkan pengemasan dan lingkungan, selama lebih dari satu tahun.
Undang-undang tersebut dibuat tujuannya membangun struktur yang seragam untuk menggantikan berbagai peraturan negara bagian yang membingungkan, menurut AMERIPEN, dikutip dari sustainabilitymag.com, Kamis (8/1/2026).
Hal tersebut akan membantu bisnis memberikan informasi yang akurat tentang produk yang mereka keluarkan di setiap negara bagian, dimana sebelumnya terdapat peraturannya yang saling bertentangan.
Karena itu, Komisi Perdagangan Federal (FTC), yang mengatur klaim iklan, dan tidak memiliki wewenang untuk mengesampingkan hukum negara bagian terkait klaim tersebut.
Setelah, FTC menerbitkan Panduan Hijau untuk memberikan saran tentang klaim pemasaran berkelanjutan, yang tidak dapat ditegakkan tanpa adanya undang-undang yang sudah berlaku.
"Kerangka kerja baru ini akan mengatasi kekhawatiran terkait beragamnya peraturan negara bagian dan dampak negatifnya terhadap perdagangan antar negara bagian serta kesadaran konsumen mengenai pengelolaan kemasan konsumen," ujar Presiden dari AMERIPEN Lynn Dyer.




