KEDATANGAN turis asing ke Dubai kian meningkat. Pada Januari sampai November 2025, terdapat 17,55 juta pengunjung internasional. Angka itu meningkat 16% dari tahun sebelumnya dengan periode sama, yaitu 16.79 juta. Faktor penerbangan mendukung kenaikan itu dengan kedatangan 200 pesawat yang berbeda setiap harinya.
Maskapai penerbangan Dubai sendiri juga terhubung dengan lebih dari 150 destinasi di 80 negara. Ketersediaan hotel pun sebesar 825 hotel dengan berbagai opsi fasilitas serta pilihan untuk setiap karakteristik wisatawan. Berkat keterbukaannya pada pariwisata, negara tetangga Arab Saudi dan Oman ini merajai Destinasi Terbaik Tripadvisor’s Travelers Choice Award 2025.
“Saya pikir, ini adalah peningkatan dari yang telah kita capai dengan tahun lalu. Dan idea (ide) di sini adalah bahwa Dubai selalu mendorong untuk lebih. Dan mendorong berarti kita bisa berhubung dengan semuanya,” ujar Shahab Direktur Regional Asia Pasifik Dubai Corporation untuk Turisme dan Pemasaran Perdagangan, di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Destinasi yang PertamaDepartemen Ekonomi and Turisme (DET) Dubai ingin menjadikan kota “destinasi yang pertama,” bukan semata-mata kota dengan “destinasi yang mewah pertama”. Tujuan itu dirangkum dalam Dubai Economi Agenda D33 dengan fokus melipatgandakan perekonomian pada 2033.
Melalui agenda itu, kota gurun pasir dengan suhu panas sampai 40 derajat celcius itu berambisi menjadi salah satu dari tiga kota teratas untuk hidup, berinvestasi, dan bekerja. Pada data Global Power City Index 2025, Dubai menduduki peringkat ke-9, stabil dari tahun sebelumnya dan melangkahi kota seperti Madrid dan Berlin.
Shahab Shayan, membenarkan ambisi itu sebagai tonggak pencapai besar untuk Dubai. Baginya, perlu lebih dari sekadar berfokus pada sisi “kemewahan” kota untuk mewujudkan ambisi itu.
“Dubai, ya, tergantung pada segmen luxury (kemewahan) dan bisa tergantung (pada hal itu) dengan sangat baik. Namun, Dubai telah berubah menjadi sebuah kota,” ucap Shahab.
Shahab menerangkan, Dubai hendak membuka keran luas bagi wisatawan mancanegara melalui pengembangan hotel. Saat ini terdapat 279 hotel bintang satu sampai tiga dan 194 hotel bintang. Jadi baginya, Dubai tak berhenti pada pembangunan resort mewah bintang lima.
Wisata yang Aman dan InklusifUntuk mendorong target sebagai destinasi pertama secara global, DET Dubai mengutamakan kemanan bagi turis. Sejak 2001, terdapat departemen kepolisian yang khusus menangani pariwisata, tentunya berada di bawah naungan Dubai Police.
Menurut InsureMyTrip pada 2025, Dubai adalah kota pertama yang aman untuk wisatawan perempuan. Shahab pun menampilkan kepada awak media sebuah video yang menampilkan seorang turis asal Inggris yang lari maraton di kota tersebut sejak pukul 2 pagi waktu Uni Emirat Arab (UEA).
Selain keamanan, pengembangan wisata yang ramah anak pun dikembangkan. Tentang budaya khas Dubai, terdapat Sheikh Mohammed Center for Cultural Understanding (SMCCU). Wisatawan dikenalkan dengan budaya dan sejarah Dubai, melalui kuliner, tur ke museum, Masjid Jumeirah, serta gelaran dan pendidikan kebudayaan.
“Jadi, lagi-lagi, itu adalah cara yang menarik untuk berhubung. Jadi Anda dapat melihat apa sebenarnya makanan tradisional Uni Emirat Arab. Jadi, pengalaman yang luar biasa, jika Anda pernah memiliki kesempatan untuk datang ke Dubai, pastikan Anda setidaknya melakukan sarapan atau sarapan di SMCCU,” ajak Shahab.
Selain keberagaman, Dubai resmi menjadi Destinasi Autisme (CAD) pertama untuk negara di belahan Bumi Timur pada April 2025. Hal itu menegaskan komitmen Dubai terhadap aksesibilitas dan pengalaman perjalanan yang inklusif. Standar akses hotel pun memberikan layanan yang lebih baik bagi individu berkebutuhan khusus. (Z-2)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466948/original/083045600_1767858907-Longsor_Tangerang.jpg)