5 Kebiasaan Sepele ini Bisa Merusak Ginjal Anak di Masa Depan

kumparan.com
23 jam lalu
Cover Berita

Moms, ginjal berperan penting dalam menyaring zat sisa dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Namun, jika tidak dirawat dengan benar, risiko gangguan ginjal bisa terjadi kapan saja. Dalam banyak kasus, masalah ini justru berakar dari kebiasaan sehari-hari sejak usia dini, lho, Moms.

Ya, Moms, menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, SpA(K), rutinitas sepele seperti kurang minum atau menahan pipis dapat berdampak jangka panjang. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami kebiasaan apa saja yang perlu diwaspadai demi menjaga kesehatan ginjal si kecil.

5 Kebiasaan yang Bisa Merusak Ginjal Anak

Kebiasaan ini sering terjadi dalam keseharian anak dan kerap luput dari perhatian, padahal dampaknya bisa berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian.

“Ada lima kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik pada si kecil di kemudian hari,” kata dr. Reza Fahlevi, SpA(K) kepada kumparanMOM, Rabu (7/1).

Agar terhindar dari masalah di masa depan, ini yang harus dihindari:

1. Dehidrasi kronik

Kurangnya asupan cairan, terutama air putih, membuat ginjal bekerja lebih berat. Untuk itu, orang tua perlu memantau kecukupan cairan anak dengan melihat warna urine-nya.

2. Sering menahan buang air kecil

Kebiasaan menahan pipis banyak terjadi pada anak sekolah karena kondisi toilet yang kotor atau tidak nyaman.

“Jika berlangsung terus-menerus, hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Infeksi yang berulang berpotensi memicu masalah ginjal di kemudian hari,” kata dr. Reza

3. Pola makan tinggi garam dan gula

Asupan makanan asin dan manis dalam jumlah berlebihan tidak dianjurkan untuk anak, Moms. Karena makanan tinggi garam dapat meningkatkan risiko hipertensi, sementara konsumsi gula berlebih berhubungan dengan obesitas. Kedua kondisi ini diketahui meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik juga.

4. Konsumsi obat dan suplemen tanpa supervisi dokter

Penggunaan obat dan suplemen harus sesuai dosis, frekuensi, dan jangka waktu yang dianjurkan.

Jika mengonsumsi secara berlebihan, termasuk suplemen kebugaran pada remaja tanpa pengawasan dokter, dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal di masa depan.

5. Berat badan berlebih dan obesitas

Kasus overweight dan obesitas pada anak semakin banyak ditemukan di Indonesia. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko hipertensi dan diabetes, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan ginjal juga.

Untuk itu, menjaga kesehatan ginjal anak bukan hanya soal pengobatan tetapi pembiasaan hidup sehat sejak dini. Dengan memperhatikan lima kebiasaan di atas, orang tua dapat membantu melindungi fungsi ginjal si kecil hingga ia tumbuh dewasa.

Yuk hindari 5 kebiasaan buruk tadi supaya si kecil sehat sampai tua nanti, Moms!


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sukses Bongkar Kasus Mega korupsi, Danang Prasetyo Dipercaya Jabat Kasidik Kejati Kaltim
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Malaysia Open: 5 Wakil Indonesia Akan Beraksi di Perempat Final
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Reformasi Kepolisian, Komisi III DPR: Kedudukan Polri Tetap di Bawah Presiden
• 21 jam lalukompas.id
thumb
KPK Panggil Eks Kajari Bekasi Terkait Kasus Suap Ade Kuswara
• 1 jam laludetik.com
thumb
Jejak Digital Terungkap, Ketertarikan Jule ke Jefri Nichol Disebut Sudah Ada Sebelum Menikah
• 2 jam laluintipseleb.com
Berhasil disimpan.