MAKASSAR, FAJAR – PB Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) berbenah. Di bawah nahkoda Surianto, mereka mulai menatap arah yang lebih baik dan jelas.
Bahkan mereka segera membawa PSTI menuju dunia industri. Ini akan diawali lewat pelantikan dan rakernas, pada Kamis-Sabtu, 8-10 Januari 2025. Setelah itu, semuanya akan digagas dengan sempurna.
Ketua PB PSTI, Surianto menjelaskan, untuk agenda di Kota Makassar ada tiga. Seleksi pelatih, pelantikan pengurus PB PSTI periode 2025-2029, dan Rakernas pertama.
“Setelah itu kita tancap gas. Ke depan PB PSTI akan mengadakan Liga Sepak Takraw di seluruh Indonesia. Liga ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit atlet yang akan dipersiapkan untuk World Cup di Malaysia pada bulan Mei 2026 dan Asian Games di Jepang pada bulan September 2026,” terangnya, kemarin.
Penjaringan atlet akan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya fokus di satu daerah saja, namun merata ke berbagai daerah yang lain di nusantara.
“Jadi nanti merata, tidak hanya di Sulsel saja, tetapi juga di daerah-daerah lain seperti DKI, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera. Atlet-atlet potensial akan direkrut untuk mengikuti Liga Sepak Takraw,” ungkapnya.
Selain itu, liga ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi para calon atlet, agar bisa lebih matang ketika telah menjadi atlet profesional. Kemudian, mental mereka juga sudah kuat ketika menghadapi kompetisi bergengsi.
“Jadi program pengembangan atlet akan dimulai dari usia dini, remaja, hingga dewasa. Pengda akan memiliki peran penting dalam pengembangan atlet ini, mereka jemput bola, kemudian dibina dengan baik melalui liga itu juga,” terangnya.
Sebelum sampai pada proses penjaringan talenta tersebut, PB PSTI akan lebih dulu melakukan seleksi terhadap pelatih. Dengan kualitas pelatih yang baik, maka prestasi juga akan lebih baik.
“Makanya tanggal 8 (Januari) nanti kami lakukan seleksi pelatih dulu secara nasional di sini. Pelatih yang terpilih akan memiliki peran penting dalam membina atlet-atlet dan mengembangkan strategi tim,” terangnya.
Strategi pelatih sangat menentukan. Kekalahan pada SEA Games Thailand murni karena kesalahan pelatih.
“Jadi strategi pelatih sangat penting dalam mengembangkan tim. Pelatih harus dapat menempatkan pemain pada posisi yang tepat dan mengembangkan strategi yang efektif untuk mengalahkan lawan,” tuturnya.
Surianto juga menyampaikan pihaknya telah membentuk PT Liga Takraw Indonesia. Ini menjadi pintu masuk ke ranah industri.
“Kami juga sudah dirikan akta PSTI ke Kemenkum, karena sebelumnya belum ada. Kami juga sudah punya kantor sendiri, tidak lagi di KONI tetapi di FX lantai 19. Jadi sudah bnyak hal yang kami lakukan meskipun belum pelantikan dan KONI sangat mendukung kami,” terangnya.
Sementara Sekjen PB PSTI, Prof Nukhrawi menyampaikan, Liga Sepak Takraw ini akan digagas dalam berbagai tingkatan. Mulai dari Premier League, Liga 1, dan sebagainya.
“Jadi ada levelnya, ada yang paling tinggi itu Premier League, di situ nanti pemain-pemainnya tier satu, yang main di timnas dan sebaginya. Kalau level di bawahnya itu fokus pada pembinaan,” ungkapnya.
Berkaitan dengan kualitas pelatih, harus bisa memastikan komposisi tim seimbang, khususnya timnas. Sehingga, pada ajang kejuaraan, tim bisa bermain seimbang juga.
“Komposisi tim harus seimbang, pemain yang memiliki kemampuan yang merata. Pelatih harus dapat mengatur rotasi pemain untuk menghindari kelelahan dan meningkatkan performa tim,” ungkapnya. (wid/zuk)



