Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1/2026) di zona merah. Mengacu data RTI, IHSG terkoreksi 19,34 poin atau 0,22% ke level 8.925,47, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi pada perdagangan intraday di posisi 9.002,92.
Sebanyak 370 saham melemah, sementara 302 saham menguat dan 138 saham bergerak stagnan. Aktivitas transaksi juga tetap ramai, dengan total volume perdagangan mencapai 54,87 miliar saham yang berpindah tangan dalam 3.833.937 kali transaksi, serta membukukan nilai transaksi Rp28,49 triliun.
Baca Juga: IHSG Cetak Sejarah Tembus 9.000, Purbaya: Akan Naik Terus
Menariknya, di tengah pelemahan indeks, investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy jumbo sebesar Rp950,23 miliar di seluruh pasar. Rinciannya, net buy asing di pasar reguler mencapai Rp543,76 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp406,48 miliar.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai Rp188,27 miliar. Pada perdagangan kemarin, saham BBRI ditutup menguat tipis 0,27% ke level Rp3.710. Menyusul di posisi berikutnya, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatat net buy asing Rp138,64 miliar, dengan harga sahamnya melesat 4,07% dan berakhir di Rp7.675.
Baca Juga: Danantara Alihkan Saham Bank BUMN ke BP BUMN
Saham-saham Incaran Investor AsingBerdasarkan data Stockbit, berikut daftar 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada Kamis (8/1/2026):
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp188,27 miliar
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp138,64 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp124,06 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) Rp124,06 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp99,19 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp80,52 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp75,38 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp65,57 miliar
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp63,77 miliar
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) Rp45,33 miliar
Meski IHSG terkoreksi, derasnya aliran dana asing ke saham-saham unggulan menunjukkan minat beli investor global masih cukup kuat di tengah dinamika pasar.




