Damaskus: Kementerian informasi Suriah, mengatakan pada Rabu, 7 Januari, bahwa tentara Suriah akan meluncurkan operasi militer terbatas di Aleppo guna menargetkan kelompok PKK/YPG.
Kementerian tersebut mengatakan, bahwa langkah tersebut merupakan respons atas meningkatnya serangan kelompok tersebut terhadap warga sipil, aparat keamanan, dan infrastruktur jalan utama.
Data kementerian menunjukkan, bahwa dalam sebulan terakhri, serangan kelompok PKK/YPG yang beroperasi dengan nama Pasukan Demokratik Suriah (SDF), telah menewaskan lebih dari 20 warga sipil dan melukai 150 lainnya. Selain itu, sedikitnya 25 tentara pemerintah dilaporkan gugur dalam berbagai rangkaian bentrokan tersebut.
Otoritas Suriah menegaskan, bahwa keputusan operasi militer ini diambil berdasarkan permintaan penduduk setempat guna menghentikan tembakan artileri, serangan penembak jitu, dan serangan drone. Target utama operasi ini adalah membuka kembali akses jalan Aleppo–Azaz yang vital bagi perdagangan dan mobilitas warga.
"Kegiatan militer akan dilakukan sesuai dengan hukum internasional, dengan fokus utama pada evakuasi warga sipil. Operasi hanya menargetkan kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas serangan, bukan populasi sipil," tulis pernyataan resmi Kementerian Informasi Suriah, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 8 Januari 2025.
Ketegangan meningkat setelah SDF dilaporkan kembali melancarkan penembakan terhadap pemukiman padat penduduk di Aleppo untuk hari kedua pada Rabu pagi. Sebelumnya, serangan serupa pada Selasa mengakibatkan sedikitnya lima orang tewas dan 16 lainnya mengalami luka-luka.
Menanggapi situasi yang kian memburuk, organisasi Pertahanan Sipil Suriah melaporkan telah mengevakuasi sedikitnya 850 warga sipil dari wilayah terdampak hingga Rabu siang. Evakuasi dilakukan karena kondisi kemanusiaan yang terus merosot akibat intensitas penembakan oleh kelompok bersenjata yang masih berlangsung di pinggiran kota.
(Kelvin Yurcel)


