Emiten Hary Tanoe (IATA) Gandeng Anak UNTR Mulai Fase Produksi Batu Bara di Musi Banyuasin

bisnis.com
23 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA —Emiten tambang milik Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA) resmi memulai operasi produksi tambang batu bara milik anak usahanya di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. 

IATA menggelar seremoni penggalian pertama atau 1st digging ceremony pada 7 Januari 2025. Hal itu menandai dimulainya tahap operasional pertambangan PT Arthaco Prima Energy (APE) yang merupakan anak usaha MNC Energy Investments.

Sebagai informasi, Izin Usaha pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) PT Arthaco Prima Energy (APE) berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. 

Manajemen IATA menyebut dimulainya operasi produksi APE menandai tonggak kunci percepatan peroduksi batu bara perseroan dan menyokong target awal sekitar 3 juta ton produksi pada 2026. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Dalam jangka menengah, IATA berpotensi meningkatkan produksi hingga 7 juta ton per tahun seiring dengan peningkatan skala operasional. 

Baca Juga : United Tractors (UNTR) Catat Penjualan Batu Bara 10,87 Juta Ton per November 2025

Direktur Utama MNC Energy Investment Suryo Eko Hadianto mengaatkan momentum 1st digging ceremony menegaskan komitmen IATA bersama kontraktor untuk merealisasikan target produksi yang ambisius, sekaligus menciptakan niai keberlanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. 

Gandeng Anak Usaha UNTR

Dalam operasional tambang APE, IAT menggandeng PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) sebagai kontraktor pertambangan. KPP Mining merupakan unit bisnis PT United Tractors Tbk. (UNTR) dan bagian dari Grup Astra. 

Merujuk perjanjian kontraktor jasa pertambangan yang ditandatangani pada akhir Desember 2025, nilai kontrak APE dengan KPP Mining mencapai Rp5 triliun dengan periode kerja sama 5 tahun dan berlaku efektif sejak Januari 2026. 

“Kolaborasi strategis dengan KPP Mining memperkuat fundamental teknis dan operational excellence IATA, serta meletakan landasan yang kuat untuk pertumbuhan produksi yang signifikan di masa mendatang,” paparnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (8/1/2025). 

Berdasarkan data IATA, target produksi batu bara selama masa kontrak 5 tahun dengan KPP Mining ditetapkan mencapai 33,6 juta ton dengan target produksi tahun pertama atau pada 2026 sebanyak 3 juta ton.

Adapun, total volume material yang akan dikelola selama 5 tahun ke depan mencapai 140,9 juta bank cubic meter (bcm). 

Terpisah, Presiden Direktur KPP Mining Wahyu Widaryanto menyampaikan kerja sama ini menambah nilai strategis perseroan dalam memperluas portofolio proyek, sekaligus mengoptimalkan kapabilitas operasional KPP Mining.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dukung Pemulihan Pascabencana, DPRD Sumbar Siap Realokasi Anggaran
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Seskab Teddy Bahas Percepatan Hunian Pasca-Bencana
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Pekan Krusial Super League: Ambisi Malut United Tembus Dominasi Persib Bandung dan Persija Jakarta di Tengah Bayang Bernardo Tavares Bersama Persebaya
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Emirsyah Satar Ajukan PK Kasus Korupsi Garuda
• 13 jam laludetik.com
thumb
Pelaku UMKM Wajib Tahu! Cara Ajukan KUR BNI 2026 dan Simulasi Angsurannya
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.