Seskab Teddy Bahas Percepatan Hunian Pasca-Bencana

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews- Jakarta

Pemerintah targetkan penyelesaian rumah hunian di Aceh dan Sumatra Utara dalam dua pekan ke depan.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menggelar pertemuan strategis dengan jajaran menteri dan pimpinan BUMN sektor infrastruktur guna mempercepat pemulihan pasca-bencana. 

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Sekretariat Kabinet  Rabu Malam 7 Januari 2026 untuk menyoroti integrasi skema pembiayaan Danantara dan kesiapan hunian bagi warga terdampak.

Hadir dalam koordinasi tersebut Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria, serta jajaran Direktur Utama BUMN karya, termasuk Waskita, Adhi Karya, WIKA, hingga Hutama Karya.

Baca Juga: Bahlil Matangkan Skema Baru Subsidi Energi Tepat Sasaran

Progres Hunian dan Peran Danantara

Salah satu yang yang menjadi sorotan dalam diskusi tersebut adalah optimalisasi peran Danantara dalam mendukung pembangunan pemukiman. Pemerintah memproyeksikan tambahan unit hunian di sejumlah titik strategis akan rampung dalam waktu dekat.

"Dalam dua minggu ke depan, tambahan rumah hunian di wilayah Aceh Utara, Aceh Pidie, Tapanuli Selatan, hingga Sumatera Barat seperti Tanah Datar dan Agam ditargetkan siap digunakan," tulis Seskab di laman Instagram @sekretariat Kabinet

Sejalan dengan hal itu, Kementerian Pekerjaan Umum tengah melakukan pemulihan infrastruktur secara masif. Selain fokus pada pasokan air dan perbaikan fasilitas publik seperti sekolah serta rumah sakit, Kementerian PU juga menjadwalkan pembangunan rumah hunian di Aceh selesai pada awal Februari mendatang.

Baca Juga: Menkeu Minta LPEI Lakukan 'Engine Restart' Usai Pelantikan Pimpinan Baru

Pendekatan Berbasis Kebutuhan Warga

Memasuki satu bulan pasca-bencana, Pemerintah menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan tepat sasaran. 

Seskab Teddy menegaskan bahwa aspirasi warga terdampak menjadi pertimbangan utama dalam penyediaan tempat tinggal.

Laporan koordinasi menyebutkan adanya keberagaman keinginan masyarakat; mulai dari warga yang memilih hunian yang disiapkan pemerintah, warga yang ingin melakukan renovasi mandiri, hingga mereka yang memilih untuk relokasi mengikuti keluarga.

"Pemerintah berkomitmen membangun hunian secepat mungkin. Selanjutnya, para Bupati dan Wali Kota diharapkan segera memobilisasi warga untuk menempati fasilitas tersebut," tulis narasi resmi hasil pertemuan tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak melalui sinergi antara kementerian teknis dan perusahaan konstruksi pelat merah

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
WhatsApp Punya Fitur Baru 2026, Ada Apa Saja?
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pelanggaran UU Kesehatan, Richard Lee Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Kemenkes Pastikan Mutu Program MBG, 4.535 SPPG Resmi Kantongi Sertifikat Laik Higiene
• 20 jam laludisway.id
thumb
Parpol: Perpanjangan Masa Tugas Dewan Harus Berlaku, Sisa Tunggu Regulasi
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Sidang Ammar Zoni, Ardian Sebut Alami Intimidasi dan Kekerasan Fisik di Rutan Salemba
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.