GenPI.co - PSSI melakukan bersih-bersih dengan menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas seumur hidup kepada dua pemain Liga 4 dalam kurun waktu dua hari berturut-turut.
Keputusan tegas tersebut diambil menyusul aksi tidak sportif yang dilakukan para pemain viral di media sosial dan memicu kecaman luas dari publik pencinta sepak bola nasional.
Kasus pertama terjadi di wilayah Jawa Timur. Komite Disiplin PSSI Asosiasi Provinsi Jawa Timur menjatuhkan sanksi larangan seumur hidup kepada pemain klub Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar, Selasa (6/1)
Hilmi dinyatakan bersalah setelah melakukan tindakan kekerasan berupa tendangan ke arah dada pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha Ardhiansyah.
Insiden tersebut terjadi pada pertandingan babak 32 besar Grup CC Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025/26 yang digelar Senin (5/1).
Rekaman aksi Hilmi yang beredar luas di media sosial langsung menuai reaksi keras dari warganet dan komunitas sepak bola, sehingga mendorong Komdis PSSI Asprov Jatim bertindak cepat.
Sehari berselang, keputusan serupa kembali dikeluarkan. Kali ini oleh Panitia Disiplin PSSI Asosiasi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melalui keputusan resmi Pandis PSSI, pemain KAFI FC Dwi Pilihanto dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup.
Dwi terbukti melakukan tindakan kekerasan dengan menendang wajah pemain UAD FC pada pertandingan Liga 4 DIY yang berlangsung Selasa (6/1).
Aksi tersebut juga terekam dan tersebar luas di media sosial, memicu kemarahan publik serta kritik tajam terhadap perilaku tidak sportif di lapangan.
Baik kasus Hilmi maupun Dwi menunjukkan pola yang sama, yakni pelanggaran berat yang dilakukan secara terang-terangan dan disaksikan publik luas.
PSSI menilai tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi, sehingga sanksi maksimal menjadi bentuk komitmen federasi menegakkan disiplin dan sportivitas.(*)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:




