Nilai tukar (kurs) rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis (8/1/2026), bergerak stagnan 0 poin atau sama seperti penutupan hari sebelumnya yakni Rp16.780 per dolar AS.
Namun, Rully Nova Analis Bank Woori Saudara mengatakan rupiah berpotensi melemah dipengaruhi sentimen rencana AS menguasai kawasan Greenland.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp16.770-Rp16.820 masih dipengaruhi oleh sentimen global risiko geopolitik terkait rencana AS menguasai Greenland, dan arah kebijakan bunga The Fed,” katanya, melansir Antara, Kamis (8/1/2026).
Mengutip Kyodo, Gedung Putih menyampaikan bahwa rencana Donald Trump Presiden AS untuk mengakuisisi Greenland bertujuan untuk mencegah “agresi” China dan Rusia ke wilayah Arktik.
Karoline Leavitt Juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa akuisisi Greenland oleh AS sedang aktif dibahas oleh Trump bersama tim keamanan nasionalnya.
Dia menambahkan bahwa semua opsi terbuka, termasuk penggunaan kekuatan militer, untuk mencapai tujuan tersebut, tetapi menekankan “opsi pertama Trump selalu diplomasi.”
Pernyataan itu disampaikan di tengah kembali menguatnya niat pemerintahan Trump untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom Denmark yang memiliki posisi strategis dan kaya sumber daya, yang memicu reaksi keras dari para pemimpin Eropa.
Melihat sentimen domestik, tren peningkatan inflasi di level 2,9 persen pada Desember 2025 dan beban fiskal Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026 mempengaruhi pelemahan kurs rupiah.
“Defisit fiskal di APBN 2026 sebesar 2,68 persen berisiko terlampaui seiring target pendapat dari pajak berpotensi tidak tercapai,” ungkap Rully.(ant/kir/ipg)




