Trump Bela Petugas Imigrasi AS Penembak Mati Wanita di AS: Radikal Kiri Mengancam

viva.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membela petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) AS yang menembak mati seorang wanita di Minnesota pada hari Rabu, 7 Januari 2026. Trump setelah menonton video kejadian yang beredar di media sosial menyimpulkan bahwa petugas tersebut bertindak "untuk membela diri."

"Saya baru saja melihat klip kejadian yang terjadi di Minneapolis, Minnesota. Ini adalah hal yang mengerikan untuk ditonton. Wanita yang berteriak itu, jelas, adalah seorang provokator profesional, dan wanita yang mengendarai mobil itu sangat tidak tertib, menghalangi dan melawan, yang kemudian dengan kasar, sengaja, dan kejam menabrak petugas ICE, yang tampaknya menembaknya untuk membela diri, " tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, Rabu, 8 Januari 2026.

Baca Juga :
Petugas Imigrasi AS Tembak Mati Wanita di Minnesota, Korban Dituduh Teroris
Kutuk Keras Tindakan Trump, China Tetap Pertahankan Kerjasama dengan Venezuela

Trump melanjutkan dengan mengatakan bahwa petugas ICE tersebut masih hidup dan sedang menjalani pemulihan di rumah sakit setelah kejadian tersebut.

Petugas imigrasi AS atau ICE menembak mati seorang wanita di Minneapolis
Photo :
  • MPR News

"Situasi ini sedang dipelajari secara menyeluruh, tetapi alasan insiden ini terjadi adalah karena Kelompok Kiri Radikal mengancam, menyerang, dan menargetkan Petugas Penegak Hukum dan Agen ICE kita setiap hari. Mereka hanya mencoba melakukan pekerjaan MENJAGA AMERIKA TETAP AMAN. Kita perlu mendukung dan melindungi Petugas Penegak Hukum kita dari Gerakan Kiri Radikal yang penuh Kekerasan dan Kebencian ini!," kata Trump

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem pada konferensi pers malam hari di Minnesota, menggambarkan insiden tersebut sebagai "tindakan terorisme domestik" yang dilakukan terhadap petugas ICE oleh seorang wanita yang "berusaha menabrak dan melindas petugas dengan kendaraannya. Seorang petugas kami bertindak cepat dan defensif, menembak, untuk melindungi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya." 

Noem mengklaim wanita itu adalah bagian dari "gerombolan penghasut" dan mengatakan petugas tersebut telah mengikuti prosedur ketika dalam ancaman. Dia mengatakan petugas veteran yang menembakkan senjatanya telah ditabrak dan diseret oleh seorang pengemudi anti-ICE pada bulan Juni.

Senada, Juru Bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), Tricia McLaughlin, mengatakan dalam sebuah unggahan di platform media sosial X bahwa insiden itu terjadi ketika "perusuh yang melakukan kekerasan "mencoba mengganggu operasi ICE yang dilakukan di kota tersebut.

Baca Juga :
Trump Ingin Kontrol Minyak di Venezuela, China: Merusak Hak Rakyat!
Trump Utus Menlu AS ke Denmark Pekan Depan, Berunding soal Greenland
Trump: Uang Penjualan Minyak Venezuela Hanya Boleh untuk Beli Produk AS

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jawaban Maskapai soal Pramugari Batik Air Gadungan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Bentuk Satgas Rehabilitasi Bencana Sumatra, Segini Anggarannya
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Doktif Sebut Kerugian Bisa Ratusan Miliar, Ungkap Bukti di Kasus Richard Lee
• 10 jam laluintipseleb.com
thumb
Demo di Iran yang Semakin Meluas
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Catatan Dahlan Iskan: Pilihan Baru
• 10 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.