Farel Prayoga Tertekan Imbas Polemik Keluarga, Karier hingga Sekolah Ikut Terdampak

insertlive.com
23 jam lalu
Cover Berita

Penyanyi cilik Farel Prayoga akhirnya buka suara terkait polemik keluarga yang mencuat ke publik usai dirinya tampil dalam podcast Denny Sumargo.

Bersama manajemennya, Farel mengungkap dampak besar yang ia rasakan, mulai dari tekanan mental, terganggunya pendidikan, hingga terhambatnya karier di dunia hiburan.

Manajer Farel menjelaskan bahwa dua malam sebelum wawancara tersebut, pihaknya telah melakukan diskusi dengan Cornelia Agatha selaku Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Saat ini, Komnas PA masih melakukan pendalaman guna mengetahui duduk perkara sebenarnya.

Menanggapi situasi yang terjadi, Farel mengaku sejak awal berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak berkembang menjadi konsumsi publik.

"Dari awal saya berharap masalah ini bisa diselesaikan secara baik-baik dan tidak dibawa ke mana-mana. Saya bahkan berharap semua ini sebenarnya tidak pernah terjadi," ujar Farel.

Namun, polemik yang terlanjur mencuat justru membawa dampak besar bagi kondisi mentalnya. Tekanan yang ia alami tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sosial dan sekolahnya.

"Saya merasa sangat tertekan. Dampaknya sampai ke sekolah dan lingkungan sekitar saya," kata Farel.

Ia mengaku kecewa karena sebagai seorang anak, seharusnya bisa tumbuh dan berkembang bersama orang tua tanpa harus menghadapi konflik sebesar ini.

"Sebagai anak, saya seharusnya bisa tumbuh bersama orang tua tanpa konflik seperti ini," ucapnya dengan nada lirih.

Dari sisi manajemen, polemik ini juga berdampak serius. Manajer Farel mengungkap munculnya tudingan dari pihak keluarga terkait besaran pendapatan Farel selama berkarier. Bahkan, ia sempat dituduh sebagai pihak yang mengambil uang hasil kerja keras Farel.

Manajer menjelaskan bahwa kesalahpahaman tersebut bermula dari pernyataan Farel di salah satu podcast yang menyinggung soal perkiraan pendapatan sejak awal karier.

"Total pendapatan Farel sejak awal viral itu kami perkirakan sekitar Rp10 miliar. Tapi itu adalah total pendapatan, bukan uang yang dipakai atau dihabiskan oleh orang tua," tegas sang manajer.

Menurutnya, pernyataan tersebut kemudian ditafsirkan keliru sehingga memicu polemik berkepanjangan.

"Yang disayangkan, angka itu dianggap sebagai uang yang sudah digunakan, padahal tidak seperti itu," tambahnya.

Situasi ini sangat mengganggu pihak manajemen yang selama ini berupaya menjaga agar Farel dikenal lewat karya, bukan konflik keluarga.

"Selama tiga sampai empat tahun terakhir, kami menahan diri untuk tidak membuka masalah keluarga ke publik. Kami ingin Farel dikenal karena prestasinya," ujarnya.

Ironisnya, cerita tersebut justru akhirnya keluar dari Farel sendiri dalam podcast Denny Sumargo. Farel mengakui bahwa saat itu ia memang sedang berada dalam kondisi emosi yang tidak stabil.

"Waktu itu saya memang sedang ada konflik dengan orang tua, jadi emosi saya tidak terkontrol," kata Farel.

Meski begitu, ia menegaskan telah meminta izin kepada orang tuanya sebelum hadir di podcast tersebut.

"Saya sudah minta izin dan mempertimbangkan semuanya sebelum datang ke podcast," jelasnya.

Polemik ini turut berdampak pada karier Farel. Manajer mengungkap bahwa beberapa pekerjaan terganggu, termasuk proyek film layar lebar dari salah satu rumah produksi terbesar di Indonesia yang kini berstatus pending.

"Padahal, masuk ke film layar lebar itu salah satu mimpi terbesar Farel," ungkap manajernya.

Tak hanya itu, dua tawaran pekerjaan lain juga dilaporkan batal karena pihak pemberi kerja enggan mengambil risiko di tengah situasi yang belum kondusif.

Manajer menegaskan bahwa meskipun Farel menghasilkan uang dari pekerjaannya, penghasilan tersebut juga tetap dikirimkan kepada keluarga.

"Kami tidak pernah menahan hak keluarga. Penghasilan Farel tetap disalurkan," tegasnya.

Saat ini, kasus tersebut telah masuk ke ranah hukum. Pihak manajemen telah membuat laporan ke lembaga perlindungan anak untuk mengkaji penderitaan yang dialami Farel selama ini.

Cornelia Agatha selaku Ketua Komnas PA sekaligus advokat anak akan mendampingi Farel.

"Ini bukan soal menyerang siapa pun, tapi memastikan hak dan kondisi mental Farel terlindungi," ujar sang manajer.

Selain jalur hukum, Farel juga akan mendapatkan pendampingan psikolog anak. Dalam beberapa hari terakhir, ia bahkan terpaksa tidak masuk sekolah karena kondisi mentalnya terganggu.

"Padahal dia sedang menikmati masa sekolah dan berprestasi. Ini sangat menyedihkan," kata manajernya.

Ke depan, manajemen berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara tertulis agar tidak kembali terulang.

"Kami hanya ingin Farel bisa hidup tenang, berkarya, sekolah dengan baik, dan tidak lagi terbebani secara mental," ujarnya.

Sementara itu, Farel masih berharap masalah ini dapat berakhir secara kekeluargaan.

"Saya berharap hubungan kami bisa membaik dan semua pihak bisa menyadari kesalahan yang terjadi," tutup Farel.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Soechi Lines (SOCI) Siap Masuki Pasar Baru, 5 Entitas Ditargetkan Beroperasi 2027
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
6 Kafe Rusak Akibat Angin Kencang di Jimbaran, Peringatan Dini Dikeluarkan BBMKG
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Polisi Sekat Akses Masuk Bandung Antisipasi Suporter Tamu Jelang Laga Persib vs Persija
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sepekan Berlaku INDONIA Terkoreksi ke 3,84%, Ini Kata BI
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kekuatan Nuklir Asia Mau Lunasi Utang ke Saudi Pakai Jet Tempur JF-17
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.