Kementerian Haji dan Umrah RI, melalui Menteri Irfan Yusuf, menyatakan bahwa persiapan pelaksanaan ibadah haji 1447 H atau tahun 2026 M di Arab Saudi sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan.
“Kita sudah memastikan dua syarikah yang akan melayani jamaah haji Indonesia. Selain itu, lokasi-lokasi di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah dan Mina, juga sudah dipastikan,” ujar Irfan Yusuf di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis.
Irfan menjelaskan bahwa layanan transportasi dan konsumsi jemaah haji telah rampung sepenuhnya, mencapai 100 persen, sementara akomodasi di Madinah telah terealisasi sebesar 93 persen.
Meskipun telah ada progres yang baik, ada beberapa kendala yang perlu dihadapi dalam penyediaan layanan. Banyak pihak yang berusaha untuk memasukkan kepentingan mereka ke dalam sistem penyediaan layanan untuk jemaah.
Irfan menegaskan bahwa kementerian tetap berkomitmen pada prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam setiap keputusan yang diambil.
Irfan juga memastikan terkait penerbangan seluruh jadwal telah difinalisasi lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu penetapan penerbangan dilakykan mendekati hari keberangkatan, tahun ini seluruh persiapan sudah dipersiapan jauh-jauh hari.
“Permintaan jam terbang ke Saudi juga sudah diajukan oleh dua maskapai, yaitu Saudia Airlines dan Garuda Indonesia. Insyaallah tidak ada kendala signifikan terkait penerbangan,” ujarnya.
Kesiapan Embarkasi Haji di IndonesiaKementerian Haji dan Umrah juga ingin memastikan kesiapan embarkasi haji di Indonesia. Di tahun 2026, terdapat penambahan dua embarkasi baru, termasuk embarkasi Banten untuk melayani jemaah dari Jawa Barat serta embarkasi Yogyakarta.
Yang menarik, embarkasi Yogyakarta akan menggunakan hotel sebagai pengganti asrama haji. Meskipun tidak memiliki asrama haji konvensional, penggunaan hotel diharapkan memberikan pengalaman yang layak bagi jemaah, baik saat keberangkatan maupun kepulangan.
Di sisi lain, Irfan juga mengakui bahwa ada beberapa asrama haji yang perlu diperbaiki, terutama dari segi fisik bangunan.
“Kita upayakan sebelum hari H keberangkatan jamaah haji, asrama-asrama yang kurang layak bisa kita perbaiki,” katanya.





