Chris Hemsworth dikenal luas lewat sederet peran heroik sepanjang kariernya, mulai dari Thor di Marvel Cinematic Universe hingga karakter-karakter protagonis lainnya.
Namun, aktor asal Australia itu justru mengaku perannya sebagai antagonis dalam Furiosa: A Mad Max Saga (2024) menjadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya.
Dalam film garapan George Miller tersebut, Hemsworth memerankan Dementus, pemimpin gerombolan motor brutal di dunia distopia Mad Max.
Alih-alih menampilkan sosok penjahat satu dimensi, Hemsworth berusaha menggali sisi manusiawi di balik kebrutalan karakternya.
Upaya tersebut bahkan memicu diskusi menarik antara Hemsworth dan George Miller.
Sang sutradara legendaris disebut sempat menegur Hemsworth karena dinilai terlalu sering membela tindakan Dementus, baik dalam proses produksi maupun sesi promosi.
Dalam podcast On Purpose bersama Jay Shetty, Hemsworth menceritakan bagaimana ia berusaha memahami akar kejahatan Dementus dari trauma masa lalu.
"George akhirnya harus memberi tahu saya, 'Berhentilah membelanya (Dementus),'" kenang Hemsworth.
Ia mengaku kerap berargumen bahwa tindakan Dementus lahir dari pengalaman hidup yang kelam.
Namun, Miller menilai pendekatan tersebut berpotensi mengaburkan fungsi utama karakter sebagai antagonis.
"Saya terus berkata, 'Tapi ada alasan kenapa dia melakukan ini! Dia punya trauma, dia kehilangan keluarganya,'" ujar Hemsworth.
"George kemudian menjawab, 'Ya, saya tahu itu, tapi dia tetap saja menghancurkan hidup banyak orang!'" sambungnya.
Bagi George Miller, kedalaman karakter memang penting, tetapi tidak boleh menghilangkan esensi Dementus sebagai ancaman besar dalam cerita Furiosa.
Ia ingin penonton merasakan kekejaman sang tokoh secara utuh, tanpa terdorong untuk terlalu bersimpati karena latar belakang tragisnya.
Hemsworth pun memahami sudut pandang tersebut. Ia menggambarkan Dementus sebagai sosok yang kejam, namun memiliki daya tarik yang aneh dan kompleks.
"Dia adalah sosok yang sangat brutal, tapi ada pesona yang aneh padanya," ujar Hemsworth.
"Dia merasa dirinya sebagai sosok ayah bagi Furiosa, meskipun cara 'pengasuhannya' sangat mengerikan." lanjutnya.
Untuk menghidupkan karakter itu, Hemsworth menjalani transformasi fisik yang drastis.
Ia mengenakan prostetik hidung dan janggut tebal yang membuat penampilannya nyaris tak dikenali, sangat kontras dengan citra Dewa Petir yang melekat kuat padanya selama bertahun-tahun.
Meski demikian, Hemsworth menegaskan bahwa tantangan terbesarnya bukan soal penampilan, melainkan soal mentalitas akting.
Ia harus menyingkirkan naluri alami sebagai aktor yang ingin membuat karakternya disukai penonton.
"Sebagai aktor, Anda selalu ingin menemukan sisi yang bisa dicintai dari karakter Anda," kata Hemsworth.
"Tapi di sini, tugas saya adalah menjadi pusat dari kekacauan," sambungnya.
Peran Dementus pun menjadi bukti eksplorasi baru bagi Chris Hemsworth, yang tak ragu meninggalkan zona nyaman pahlawan super demi menyelami sisi gelap karakter dalam semesta Mad Max.





