Jakarta, IDN Times - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan rencana untuk mengambil alih kendali penjualan minyak Venezuela. Menteri Energi AS, Chris Wright, pada Rabu (7/1/2026) menyatakan Washington akan mengawasi ekspor minyak mentah negara Amerika Selatan tersebut tanpa batas waktu yang ditentukan.
AS akan memulai dengan penjualan segera 30 hingga 50 juta barel minyak yang saat ini tertahan di penyimpanan dan kapal tanker. Seluruh hasil penjualan komoditas tersebut akan masuk terlebih dahulu ke rekening bank yang dikendalikan oleh pemerintah AS sebelum disalurkan kembali. AS berdalih langkah ini diperlukan untuk mencegah dana dikorupsi oleh rezim Venezuela.





