Persiapan Haji 2026 Segera Rampung

metrotvnews.com
22 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, memastikan persiapan utama penyelenggaraan ibadah Haji 2026 menunjukkan progres signifikan. Sejumlah aspek krusial, mulai dari layanan di Arab Saudi hingga transportasi penerbangan, telah berada pada tahap finalisasi.

Menhaj mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan dua Syarikah yang akan melayani jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Selain itu, lokasi-lokasi utama pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) juga telah dipastikan.

"Kita sudah memastikan dua Syarikah yang akan melayan jemaah haji kita. Kita sudah memastikan tempat-tempat di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna)," kata Gus Irfan dalam kegiatan Media Briefing: Outlook Penyelenggaraan Haji 1447 H/2026, Kamis, 8 Januari 2026.

Ia menjelaskan sebagian besar aspek layanan pendukung seperti akomodasi, konsumsi, dan transportasi juga telah dipastikan. Meski, masih ada beberapa yang belum sepenuhnya rampung.
 

Baca Juga :Gus Irfan: Pemerintah Beri Kelonggaran Pelunasan Haji bagi Daerah Terdampak Bencana


"Transportasi sudah 100 persen, konsumsi sudah 100 persen, akomodasi Madinah sudah 93 persen, sementara akomodasi di Mekah belum terlalu signifikan. Tapi insyaallah dalam waktu seminggu kita pastikan akan bisa segera selesai," ujarnya.

Menhaj mengakui bahwa dalam proses penetapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi, terdapat berbagai tantangan. Salah satunya adalah adanya banyak pihak yang mencoba memasukkan kepentingan tertentu dalam penyediaan layanan di Arab Saudi.

Kementerian Haji dan Umroh. Foto: MI/Ficky Ramadhan

Namun demikian, Menhaj menegaskan bahwa pemerintah tetap berpegang teguh pada prinsip tata kelola yang baik.

"Memang dalam proses pelaksanaan penetapan persiapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi ini banyak hal yang menjadi hambatan, terutama terkait dengan banyaknya pihak-pihak yang ingin memasukkan 'titipan-titipan' mereka untuk di Saudi kita pakai. Tapi prinsip kita tetap lurus. Kita harus akuntasi, akuntabel, dan transparansi,” tegasnya.

Terkait transportasi udara, Menhaj juga memastikan bahwa aspek penerbangan jemaah haji 2026 telah ditetapkan lebih awal dan lebih matang dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah juga telah mengajukan permintaan jam terbang ke Arab Saudi.

"Penerbangan insyaallah sudah kita finalkan, ini berbeda dengan tahun lalu. Permintaan jam terbang ke Saudi juga sudah dilakukan oleh kedua penerbangan, yaitu Saudia Airlanes dan Garuda," ucapnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Menhaj optimistis penyelenggaraan Haji 2026 dapat berjalan lebih baik dan minim kendala.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ganda Putra Indonesia Sabar-Reza Bersiap Hadapi Aaron-Soh
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bulog Diminta Proaktif Serap Jagung Produksi Polri untuk Ketahanan Pangan
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pati Jadi Daerah Pertama di Jateng Bangun Sekolah Rakyat, Anggaran Capai Rp200 Miliar
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Emiten Grup Bakrie ENRG Kantongi Rp500 Miliar dari Emisi Obligasi
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Tolak Rencana AS, 6 Negara NATO Pasang Badan soal Greenland
• 16 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.